25 tahun Perang Teluk

 

Tahun 2016 ini,adalah 25 tahun dari peristiwa Perang Teluk tahun 1991.Perang yang paling mencekam penduduk dunia saat itu melibatkan banyak negara besar untuk merebut kembali Kuwait.Walaupun yang paling menonjol dari perang ini adalah peranan pesawat tempur,namun tetap terdapat peranan lain yang nyaris tidak terungkap,tapi sangat menentukan, yaitu,operasi pasukan khusus. Douglas C.Waller,jurnalis dari majalah Newsweek mencoba untuk mengungkapkan ini….

    Bermula dari kekuatiran jendral Norman Schwarzkopf mengenai adanya stasiun radar Irak  yang masih belum diketahui posisinya.Stasiun radar peringatan dini ini ada di sekitar perbatasan Irak.Ini sangat berbahaya, karena jika stasiun ini tidak dihancurkan maka pesawat-pesawat Sekutu (Allied) yang akan membom Baghdad akan menjadi sasaran empuk.

Pemimpin unit komando Angkatan Udara Amerika Serikat, Kolonel George Gray, memberikan jaminan kepada Schwarzkopf bahwa satuan khusus helikopternya dapat menghancurkan stasiun radar itu.Jendral Schwarzkopf,sebagai orang yang sudah mengalami pahit-getirnya peperangan,tentu menginginkan jaminan mengingat seringnya terjadi dalam sejarah kalau operasi pasukan khusus pada akhirnya malah ditolong oleh pasukan regular.

Pada malam sebelum penyerangan ke kota Baghdad,empat helikopter MH-53J Pave Low dan delapan helikopter AH-64 Apache terbang rendah diatas tanah menuju perbatasan Irak dimana terdapat stasiun radar yang mengganggu itu.Pave Low adalah helikopter yang dilengkapi peralatan elektronis yang paling canggih sedunia.Tugasnya adalah untuk mengacaukan radar lawan.Ketika lokasi sudah ditemukan, helikopter-helikopter Apache segera menembakkan rudal Hellfire yang dituntun sinar laser.Ada seorang prajurit Irak yang sempat melihat kedatangan helikopter-helikopter itu, dan ketika ia lari menuju bungker, sebuah rudal melesat dan meledakkan bungker tepat ketika prajurit itu hendak membuka pintu.Operasi ini berjalan sukses.Dan segera setelah stasiun itu dihancurkan, ratusan pesawat Sekutu mulai beterbangan menuju Baghdad.Operasi Badai Gurun (Desert Storm) telah dimulai.

   Pasukan Amerika juga menggunakan satuan khusus untuk perang psikologis atau psy-ops.Satuan ini berasal dari Fort Bragg.Mereka menjatuhkan 29 juta pamflet untuk membujuk pasukan Irak agar menyerah.Mereka juga menyiarkan siaran radio yang bernama “Voice of the Gulf”, yang mengatakan tentang kesaksian prajurit Irak yang mendapat perlakuan baik setelah menyerahkan diri.

“Satuan  psy-ops juga menggunakan bom raksasa seukuran mobil VW Beetle…”

Sebagai hasil,banyak prajurit Irak di perbatasan yang menyerahkan diri setelah membaca pamflet atau mendengarkan siaran radio.

Satuan  psy-ops juga menggunakan bom raksasa seukuran mobil VW Beetle yang bernama BLU-82.Bom seberat 15000 pound dan pernah digunakan waktu perang Vietnam ini sebetulnya lebih berfungsi untuk menakut-nakuti Pada tanggal 7 Februari, sebuah pesawat Hercules jenis MC-130E Combat Talon, terbang menuju area yang sebelumnya sudah dijatuhkan pamflet agar pasukan Irak menyerah.Pesawat itu membawa bom BLU-82.Bom itu lalu dijatuhkan,di lokasi yang jauh, untuk memberikan peringatan.Ledakkannya amat dahsyat hingga menggema beberapa mil jauhnya,bahkan sampai mengganggu sinyal radio Irak di perbatasan.Asap dari ledakan bom itu juga berbentuk seperti jamur raksasa,mirip bom atom.Tim psy-ops lalu menjatuhkan pamflet yang memberikan peringatan kalau pasukan Irak masih tidak mau menyerah maka bom besar seperti yang sudah dijatuhkan itu akan langsung menimpa mereka.Ini membuat banyak prajurit Irak menjadi ketakutan.Mereka segera menyerahkan diri, dan diantara yang menyerah,terdapat beberapa perwira intelijen yang membawa informasi penting.

    Pasukan khusus Navy Seals juga memainkan peranan yang amat penting bahkan termasuk yang paling spektakular dalam sejarah operasi khusus.Pada tanggal 23 Februari,pukul 10 malam,enam anggota Navy Seals dengan senjata dan peralatan lengkap, berenang menuju pantai Kuwait yang sangat dingin (50 derajat Fahrenheit) dan penuh dengan ranjau.Mereka akan menanam bahan peledak jenis C-4 di pantai.Di waktu sebelumnya, pasukan Navy Seals sudah lama mengintai pantai itu dalam rangka mempersiapkan serangan amfibi.Dan ketika C-4 itu sudah ditanam, keenam Navy Seals itu berenang kembali menuju perahu-perahu karet Zodiac yang sudah ditambatkan 15 mil dari pantai.Ketika sudah menaiki perahu mereka segera menembakkan senjata mesin kaliber 50 ke arah pantai Kuwait.Tujuannya untuk membangunkan para penjaga pantai.

“Navy Seals berhasil mengelabui Irak.”

Mereka menembakkan peluru selama setengah jam.Tembakan gencar ini diikuti dengan ledakan C-4 yang sudah disetel waktunya.Ledakan dahsyat terjadi.Ledakan yang membentuk bola api ini membuat pantai menjadi terang.Pasukan Irak yang ada di Kuwait mengira telah terjadi serangan besar dari pasukan amfibi.Sebagian besar dari mereka segera berkonsentrasi ke pantai.Tapi pada saat yang  bersamaan pasukan darat Sekutu menyerbu ke bagian lain Kuwait dan melakukan invasi darat yang sesungguhnya.Navy Seals berhasil mengelabui Irak.

    Satuan khusus Baret Hijau (Green Berets) juga melakukan peran yang amat signifikan.Tugas mereka adalah memata-matai setiap gerakan pasukan Irak.Biasanya mereka beroperasi di dalam negeri Irak.Tugas mereka sangat berbahaya dan penuh resiko.

Suatu hari tiga orang pasukan Baret Hijau sedang melakukan misi pengintaian di daerah utara sungai Eufrat.Mereka bersembunyi di dalam lubang yang sudah digali secara khusus.

“Sebetulnya mereka dapat saja menembak bocah itu…”

Pada suatu saat mereka terpergok oleh seorang bocah perempuan yang usianya tidak lebih dari tujuh tahun.Dengan susah payah ketiga anggota Baret Hijau itu mencoba menghalau bocah itu sambil mengacungkan pistol 9 mm nya.Sebetulnya mereka dapat saja menembak bocah itu dan menyembunyikan mayatnya ke dalam lubang.Tapi hati nurani mereka tidak menginginkan itu. “But we couldn’t live with ourselves,” kata salah seorang dari mereka suatu hari.Bocah itu lalu lari sambil berteriak ke ayahnya yang ada di dekat situ.Ayah dan anak itu kembali untuk melihat lubang persembunyian.Ketiga Baret Hijau itu segera keluar dan mencoba menenangkan ayah anak itu.Tapi mereka mengalami nasib naas.Ayah dan anak itu segera berlari sambil berteriak ke pasukan Irak yang ada di sekitar daerah situ.Dan baku tembak tidak terelakkan.Pasukan Baret Hijau segera menghubungi bantuan udara dan juga helikopter untuk evakuasi.Sebuah pesawat F-16 dikirim untuk memberikan dukungan.Segera setelah helikopter Blackhawk tiba, ketiga Baret Hijau itu langsung dievakuasi sambil tetap ditembaki musuh.Helikopter itu sendiri juga terkena tembakan.Dari ketinggian mereka melihat sembilan mayat tentara Irak telah tergeletak.

Satuan Baret Hijau juga pernah bertempur dengan pasukan Irak selama lebih dari 6 jam.Mereka berjumlah 8 orang dan harus melawan 150 tentara Irak.Waktu itu tim Baret Hijau bertugas untuk menyerang bungker komando dan juga melakukan sabotase pada garis komunikasinya.Itu ada di dalam negara Irak.Mereka bertempur dengan sengit hingga akhirnya beberapa helikopter datang untuk menyelamatkan mereka.Tim Baret Hijau itu dapat dievakuasi.Sebanyak 130 tentara Irak tewas dalam pertempuran itu karena tembakan dari Baret Hijau dan juga tembakan perlindungan dari helikopter.Selama beroperasi di dalam wilayah Irak,satuan Baret Hijau tidak pernah terpergok oleh tentara Irak termasuk dari pasukan Pengawal Republik (Republican Guard).

    Satuan  Delta Force dan juga pasukan khusus Inggris,SAS,ikut berperan dalam menghancurkan rudal-rudal Scud milik Saddam Hussein.Mereka diminta cepat untuk bertindak setelah Washington mendengar kabar bahwa Israel akan melakukan serangan balasan dengan senjata atom jika Amerika tidak dapat menghentikan serangan Scud ke negeri mereka.Israel secara diam-diam telah melakukan uji coba misil berkapabilitas nuklir di laut Mediterania.Ini dilakukan sebagai peringatan untuk Washington.

Di hari terakhir perang,pada tanggal 27 Februari,pihak Sekutu mengetahui adanya 26 rudal Scud yang dipindahkan ke bagian barat untuk menyerang negara Israel.Ini adalah usaha terakhir dari Saddam Hussein.Segera pasukan Delta Force dan SAS dikirim untuk menghancurkan rudal-rudal itu.

“Israel berhasil dicegah untuk melakukan pembalasannya yang mengerikan itu”.

Operasi mereka didukung oleh pesawat tempur dan kemudian semua rudal Scud itu dapat dihancurkan. Jendral Schwarzkopf  menyampaikan pesan pribadi kepada pasukan khusus ini,”You guys kept Israel out of the war.”Israel berhasil dicegah untuk melakukan pembalasannya yang mengerikan itu.

   Demikianlah peranan pasukan khusus itu.Mereka ikut menentukan arahnya perang Teluk.Tapi terdapat suatu hal yang ironis.

“Tidak ada sambutan.Tidak ada parade.Dan tidak ada kemeriahan”.

Ketika pasukan Amerika telah kembali ke negaranya, mereka mengadakan parade besar-besaran dan mendapat sambutan yang luar biasa meriah dari masyarakat.Tapi tidak demikian untuk pasukan khusus.Mereka tidak mengalami seremoni.Tidak ada sambutan.Tidak ada parade.Dan tidak ada kemeriahan.

Di markas pasukan khusus Amerika,di Fort Bragg,terdapat sebuah kapel di John F. Kennedy Memorial.Disana sedang dilakukan quiet service untuk anggota pasukan khusus.Undangan untuk  kesana hanya dilakukan dari mulut ke mulut.Diantara yang hadir adalah anggota keluarga dari tiga pasukan Delta Force yang tewas karena kecelakaan helikopter setelah memburu rudal Scud.

“…mereka bekerja secara rahasia,dan kematiannya pun tetap dalam rahasia”.

Nama-nama dari tiap anggota pasukan khusus kemudian dipanggil oleh komandannya.Mereka akan menjawab,”here” bila namanya disebut.Ketika giliran nama tiga anggota Delta Force itu dipanggil, yang ada hanyalah kesunyian.Anggota keluarganya hanya dapat memandang tiga pasang sepatu dengan topi baret hijau di altar kapel.

Sangat sunyi…

Ya,sewaktu mereka hidup, mereka bekerja secara rahasia,dan kematiannya pun tetap dalam rahasia.

Sumber : Newsweek.com (edisi 16 Juni 1991)

Sumber foto : americanspecialops.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s