Pemboman markas marinir Amerika di Beirut

Pada bulan Oktober 1983 sebuah bom mobil meledak dengan dahsyat di barak marinir Amerika Serikat di Beirut.Banyak korban tewas dengan mengenaskan.Israel,seperti yang sudah kita ketahui adalah sekutu dekat Amerika di Timur Tengah, rupanya telah mengetahui akan terjadinya insiden ini.Tapi mengapa mereka tidak memberitahukan  Amerika ? Victor Ostrovsky,seorang mantan intelijen Israel,Mossad,mengungkapkan ini ….

  • Pada September 1982,dunia dikejutkan oleh pembantaian sadis dan biadab yang terjadi di Sabra dan Shatila,di Libanon.Pembantaian terhadap pengungsi Palestina oleh kaum Kristen Falangis  dukungan Israel ini menewaskan hampir 800 orang.Bahkan binatang kuda pun juga ikut disembelih.Banyak negara mengecam Israel karena keterlibatannya yang tidak langsung ini .Italia menolak kehadiran kapal-kapal Israel di pelabuhannya,Inggris mengecam Israel,dan Mesir menarik kembali duta besarnya.Di dalam masyarakat Israel sendiri pun juga terdapat banyak protes.
  • Pada akhir 1970,Pemimpin Kristen Falangis Libanon,Bashir Gemayel,membujuk Mossad untuk memberikan bantuan, karena pasukannya sedang dalam kepungan musuh.Libanon memang sudah menjadi arena konflik dari berbagai sekte agama.Gemayel sendiri  saat itu juga bekerja sama dengan CIA.Gemayel sebetulnya adalah orang yang sangat brutal dan haus akan kekuasaan.Bagi Israel permintaan bantuan ini sangat menarik walau pun tetap memiliki resiko. Dengan memiliki “kawan” di dalam negara-negara Arab,Israel dapat menghabisi musuh bebuyutannya selama ini yaitu PLO (Organisasi Pembebasan Palestina).
  • Pada Juni 1982,Israel menginvasi Libanon dengan 60000 pasukan dan 500 tank.Alasannya untuk melawan PLO yang bermukim disana.Dalam tempo 48 jam kekuatan PLO dapat ditundukkan walaupun tetap terdapat perlawanan sengit seperti di Sidon,Tyre,dan Damur.Presiden Amerika Serikat,Ronald Reagan,mempertanyakan pemerintah Israel mengenai invasi itu.Israel menjawab bahwa itu adalah usaha untuk membela diri karena negaranya sering diserang oleh PLO.
  • Invasi Israel ini pada akhirnya hanya memperkeruh keadaan.Pemboman yang sering dilakukannya mengakibatkan banyak warga sipil yang tewas.Ini membuat dunia internasional bersikap kritis dan orang-orang PLO segera angkat kaki dari kota Beirut.Pada akhir Agustus 1982,sejumlah kecil pasukan perdamaian dari Amerika Serikat,Perancis,dan Italia tiba di Beirut.Mereka datang untuk menenangkan situasi di Beirut yang sudah semakin parah.Tapi Israel tetap melanjutkan gempurannya.
  • Pada tanggal 14 September 1982,sebuah bom seberat 200 pound meledak di lantai tiga gedung partai Kristen Falangis di Beirut sebelah timur.Ledakan ini menewaskan Bashir Gemayel, sebagai presiden terpilih, dan 25 pengikutnya.Ini membuat kemarahan yang amat besar pada pendukung Gemayel.Mereka akan melakukan balas dendam.
  • Setelah diusut,pelaku pemboman itu rupanya dilakukan oleh seorang anggota partai Suriah atau Syrian People’s Party,sebuah partai  yang merupakan lawan dari partai kaum Falangis.Operasi pemboman itu diatur oleh intelijen Suriah di Libanon.Dan dua hari setelah pemboman itu, seorang komandan Israel yang berada di pos Beirut kedatangan dua orang tamu dari pejabat Libanon.Salah seorang dari mereka adalah pemimpin intelijen yang bernama Elias Hobeika yang terkenal amat bengis dan suka bepergian dengan membawa pistol dan pisau,dan juga granat tangan.Ia juga punya kebiasaan memotong telinga prajurit Suriah yang sudah mati untuk digantung di pagar kawat di kediamannya.Bagi Mossad,pertemuan dengan Hobeika, yang memiliki hubungan dekat dengan petinggi partai Kristen ini,adalah suatu hal yang penting.Dan Hobeika lah yang nanti akan memimpin kelompok  yang akan membantai kaum pengungsi Palestina di Shatila.
  • Pembantaian itu memang terjadi pada pertengahan September 1982 ,dengan restu Israel.Pihak Israel rupanya ikut memberikan dukungan dengan menggunakan sinar flare,untuk menerangi lokasi kamp-kamp pengungsi Palestina,dan juga dengan membangun pos-pos observasi untuk mengamati saat-saat pembantaian dilakukan.
  • Peristiwa ini membuat kemarahan dunia internasional.Perang mulut antara presiden Reagan dengan pemerintah Israel terjadi.Pada awal Oktober ,Amerika Serikat mengirim 1200 marinirnya ke Beirut dan bergabung dengan 1560 pasukan dari Perancis dan 1200 pasukan dari Italia.Amerika mengirim kembali pasukannya hanya 19 hari setelah mereka meninggalkan Beirut.
  • Selama masa krisis itu, stasiun intelijen Mossad di Beirut selalu penuh kesibukan.Salah seorang informannya mengetahui adanya penyelundupan barang-barang dari Beirut seperti rokok atau video ke negara Israel.Penyelundupan ini dilakukan oleh banyak prajurit Israel yang mengharapkan keuntungan besar bila barang-barang ini dijual di negaranya.Mereka bisa terhindar dari pajak yang tinggi.Informan ini juga mengetahui adanya tempat seperti garasi mobil yang dipakai untuk penyelundupan.Ia mengetahui banyak tempat yang bermanfaat untuk data intelijen.Mossad lalu melaporkan ini ke polisi militer Israel dan banyak usaha penyelundupan itu kemudian dapat digagalkan.Pada musim panas 1983,informan yang sama  mengatakan kepada Mossad mengenai adanya sebuah truk Mercedes berukuran besar yang sedang diperbaiki oleh orang-orang dari kelompok Muslim Syiah.Ruangan yang dipakai untuk memperbaiki truk itu sangat besar hingga dapat menampung bom.Menurut informan ini,truk besar itu kelihatannya memiliki maksud tertentu.
  • Pihak Mossad segera mengetahui bahwa,bila dilihat dari ukuran truk,truk itu kelihatannya akan diarahkan ke beberapa target yang logis seperti compound milik Amerika Serikat.Pertanyaannya adalah apakah mereka harus memperingatkan Amerika ?  Setelah melalui pergelutan, Mossad memutuskan untuk tidak memberikan informasi yang detil kepada Amerika .Cukup informasi yang umum saja,bahwa akan ada serangan bom mobil.Tidak perlu menyebut truk Mercedes.Pimpinan Mossad mengatakan bahwa Israel berada di Beirut bukan untuk melindungi Amerika.Tapi pada saat yang sama Mossad memberikan informasi yang spesifik kepada seluruh instalasi Israel mengenai adanya serangan bom mobil dengan truk Mercedes.
  • Dan pada tanggal 23 Oktober 1983,sebuah truk Mercedes berisi bahan peledak ukuran besar meledak di barak marinir Amerika Serikat.Ledakan dahsyat ini menewaskan 241 prajurit.Ini adalah jumlah korban tentara Amerika yang terbesar kedua setelah perang Vietnam.Di  bulan Januari 1968,Amerika kehilangan 246 pasukannya sewaktu terjadi serangan Tet di Vietnam.Dan beberapa menit kemudian sebuah bom mobil meledak lagi di markas pasukan Perancis di Bir Hason, yang terletak hanya dua mil dari barak marinir.Ledakan bom mobil ini menewaskan 58 prajurit Perancis.
  • Dalam beberapa hari Israel memberitahukan CIA nama-nama dari ke 13 orang yang diduga berkaitan dengan pemboman ke markas pasukan Amerika dan Perancis tersebut.Daftar nama dari Israel itu termasuk orang-orang dari intelijen Suriah,orang-orang Iran di Damaskus,dan seorang penganut Syiah,Mohammed Hussein Fadlallah.
  • Di markas besar Mossad,mereka merasa lega bahwa bukan mereka yang terkena serangan.Mereka melihat pemboman dahsyat itu hanya sebagai insiden kecil.Mossad mempunyai pertimbangan kalau seandainya informasi mengenai truk Mercedes itu dibocorkan maka informan mereka akan dibunuh.Bahkan bisa jadi banyak anggota Mossad nanti akan dibunuh.Amerika,menurut Mossad,harus menanggung sendiri akibat dari keterlibatannya di Libanon.
  • Tapi bagi Victor Ostrovsky Mossad sebetulnya tidak pantas melakukan itu karena Amerika datang ke Beirut dengan maksud baik untuk mengatasi kekacauan yang disebabkan oleh Israel sendiri.Tapi pimpinan Mossad menghendaki Ostrovsky supaya tutup mulut.Mereka mengatakan bahwa Israel lah yang lebih banyak memberi ke Amerika kalau dibanding Amerika ke Israel.Pimpinan Mossad selalu mengatakan demikian.Menurut Ostrovsky itu tidaklah benar.Banyak peralatan Israel yang diberikan Amerika,Mossad lah yang mestinya berhutang budi. 

     

     

Ini bukan pertama kalinya Israel  mengkhianati Amerika ,pada bulan Juni 1967,ketika perang Enam Hari meletus,militer Israel menyerang sebuah kapal Angkatan Laut Amerika Serikat,USS Liberty, di perairan internasional Mediterania.Israel beralasan dengan mengira itu adalah kapal Mesir.Tapi banyak yang berpendapat bahwa Israel sengaja menyerang kapal itu karena khawatir Angkatan laut Amerika telah menyadap pesan-pesan intelijen Israel selama perang Enam Hari berlangsung.

Sumber : buku “By Way of Deception” karya Victor Ostrovsky dan Claire Hoy (St.Martin’s Press,New York,1990)

Sumber foto : cbsnews.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s