Konflik Bosnia (1)

Konflik etnis di Yugoslavia sudah lama berlalu.Korban telah banyak berjatuhan.Negara-negara barat sangat lamban dalam mengatasi konflik yang paling buruk di Eropa sejak perang dunia kedua yang lalu.CIA sudah menerima banyak  informasi mengenai pembantaian etnis yang terjadi disana,tapi mereka tidak mengungkapkannya. Charles Lane dan Tom Shanker dari New York Review memberikan analisa ini….

    Pada bulan Agustus 1995,duta besar Amerika Serikat untuk PBB,Madeleine Albright,menyerahkan dua buah foto kepada Dewan Keamanan PBB.Foto pertama memperlihatkan sebuah lapangan yang kosong di daerah Srebrenica.Foto kedua,yang diambil pada waktu berikut, memperlihatkan tanah pada lapangan kosong itu seperti baru digali.Dan galiannya amat luas.Ini mengindikasikan adanya suatu penguburan massal.Foto yang diambil dari pesawat mata-mata Amerika jenis U-2 itu membuat beberapa negara Eropa marah.

Walaupun tindakan militer akhirnya dilakukan oleh NATO,tapi semua sudah terlambat.Pembantaian kepada orang Bosnia,khususnya umat Muslim,sudah terjadi jauh sebelumnya dan nyaris tidak dicegah oleh negara-negara barat.Pemerintah Amerika sendiri selama itu tidak begitu percaya mengenai berita adanya pemerkosaan dan pembersihan etnis yang terjadi disana.

Dinas rahasia CIA sudah sejak tahun 1991 berada di Yugoslavia untuk melakukan pemantauan.Ketika itu konflik baru dimulai.Seorang pejabat Amerika mengatakan kalau itu adalah tugas CIA yang paling besar selama ini,termasuk dalam melakukan penyadapan.Tapi dalam kenyataannya upaya CIA itu tidak berpengaruh kepada kebijakan politik Amerika Serikat.

Di tahun 1992, satelit mata-mata Amerika  memotret daerah di kota Brcko dimana terjadi pembunuhan terhadap 3000 penduduk Muslim.Mereka digiring paksa oleh pasukan Serbia menuju gudang tua dimana mereka nanti akan disiksa dan dibunuh.Satelit itu memiliki beberapa foto yang memperlihatkan adanya sejumlah truk yang membawa penumpang dengan posisi berdiri.Truk itu menuju kota Brcko.Setelah truk itu keluar dari kota tersebut terlihat ia membawa setumpukan mayat di bagasinya.

Di tahun 1993,CIA menerima banyak laporan tentang pembersihan etnis yang dilakukan Serbia.Sebanyak 3600 desa di Bosnia dihancurkan dan ratusan ribu penduduknya diusir dan dibunuh.Tapi laporan ini tidak pernah dipublikasikan.

Pada September 1994 CIA menyerahkan laporan mengenai kesaksian pengungsi ke Mahkamah Kejahatan Perang.Tapi laporan setebal seribu halaman itu sudah diseleksi dan menjadi tidak berguna untuk dijadikan barang bukti.

Beberapa pesawat mata-mata Amerika mengambil foto yang memperlihatkan sejumlah bus yang dikumpulkan orang Serbia di Bosnia bagian timur.Amerika mengira bus itu akan digunakan untuk mengangkut pasukan tapi yang terjadi adalah bus itu digunakan untuk mengangkut wanita dan anak-anak Srebrenica ke perbatasan dekat Tuzla.Sedang kaum prianya diangkut untuk dibantai.

Intelijen Amerika dikatakan telah mengetahui adanya rencana Serbia untuk menyerang kota Srebenica.Mereka mengetahuinya setelah menyadap pembicaraan antara pihak Beograd dengan panglima tentara Serbia-Bosnia,Jenderal Ratko Mladic.Tapi pemerintah Amerika menduga penyerbuan itu tidak akan terjadi karena itu akan menyulitkan pihak Serbia nanti.Tapi kenyataannya tidaklah demikian.Pasukan Serbia menyerbu kota itu dan melakukan pembantaian disana.Intelijen Amerika gagal dalam menganalisa.

Di dalam pemerintahan Amerika sendiri memang terdapat banyak perbedaan pendapat antara pejabat tinggi dengan pihak intelijen dan juga dengan pejabat-pejabat di luar negeri.Mereka semua terus berdebat dan saling membantah sementara pembersihan etnis di bekas negara Yugoslavia terus berlangsung.

Jadi,menurut Charles Lane dan Tom Shanker,CIA dapat saja mencegah pembantaian itu,karena mereka sudah banyak menerima informasi.Tapi kenyataannya mereka tidak ingin melakukannya.

Sikap Amerika  memang berubah pada suatu hari setelah mendapat desakan dari berbagai pihak.Pemerintahan Bill Clinton akhirnya membawa kasus pembantaian ini ke pengadilan internasional.

Hanya saja berapa harga yang telah dibayar ? Korban sudah banyak berjatuhan.Dan yang paling mengherankan mengapa negara-negara Eropa bersikap lamban dalam menangani masalah di halaman rumahnya sendiri ? Konflik di negara bekas Yugoslavia itu adalah yang paling buruk di Eropa setelah perang dunia kedua.Aksi pembantaian Serbia sebanding dengan apa yang terjadi di Kamboja tahun 1978, sewaktu rezim Pol Pot berkuasa.Bahkan kamp-kamp konsentrasi ala perang dunia kedua terjadi lagi di Yugoslavia.

Begitu juga dengan sikap Amerika.Ketika terjadi krisis Teluk tahun 1990 dan bencana kelaparan di Somalia tahun 1992, Amerika segera bertindak cepat.Tapi ketika terjadi krisis di Yugoslavia Amerika tidak bereaksi segera.Sikap yang sama juga terjadi pada PBB.

Presiden George H.W.Bush dan Clinton,walaupun berbeda partai,ternyata memiliki sikap politik yang sama dalam menangani masalah dunia.

Beberapa pengamat politik mengatakan kelihatannya ada suatu skenario yang khususnya dilakukan negara-negara barat untuk membiarkan konflik di Yugoslavia itu terjadi.Bank-bank mereka turut mendanai.

Sumber : nybooks.com (The New York Review of Books,edisi 9 Mei 1996)

Sumber foto : genocideinbosnia.wordpress.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s