ANALISA

Pearl Harbor was our Pacific Waterloo

A.A.Hoehling

Bulan Desember 2016 ini adalah 75 tahun serangan ke Pearl Harbor.Peristiwa ini merupakan salah satu yang paling tragis dalam sejarah Perang Dunia Kedua.Peristiwa ini ikut  mengubah jalannya sejarah Amerika.Mengapa bisa terjadi ? Artikel ini akan mencoba menjelaskannya….

   Pada bulan Januari 1941,Admiral Isoroku Yamamoto mengirimkan makalah mengenai persiapan Jepang untuk berperang kepada pejabat tinggi Angkatan Laut Jepang.

Yamamoto mengatakan jika Amerika selalu bersikap menentang Jepang yang ingin melakukan ekspansi ke negara-negara lain maka Jepang akan berperang dengan Amerika.Saat itu Jepang sedang berusaha untuk menjadi kekuatan dunia dalam militer dan industri.

Sementara di Amerika, Secretary of State,Cordell Hull,sudah lama mengamati sikap pertentangan dari bangsa Jepang.Ini bisa dilihat dari sejarah,menurut Hull.Seperti kedatangan orang-orang barat ke Jepang pada tahun 1853,saat Komodor Matthew Perry berkunjung ke Mikado.Pada tahun 1895 Jepang menyerang negara China tanpa peringatan dan beberapa dekade kemudian Jepang menyerang Rusia.

Dan,menurut Hull,selama Perang Dunia I,Jepang selalu memperlihatkan sikap yang berlawanan dengan pihak Sekutu.Jepang melakukan ini untuk melindungi orang-orang Jerman di Asia dan juga ingin menguasai wilayah Pasifik.Di tahun 1931 Jepang mencaplok Manchuria (Korea) dan beberapa tahun kemudian mereka menyerbu China pada tahun 1937.

Di tahun 1938 Amerika melakukan embargo terhadap Jepang sebagai tanggapan atas invasinya ke China.Ketika Jepang menginvasi Indochina,yang masih dikuasai Perancis,tahun 1940,Amerika memperluas embargonya.

Embargo yang dialami Jepang membuat mereka kekurangan sumber daya alam yang sangat mereka butuhkan untuk militer dan industri.Saat itu industri mereka sedang berkembang pesat.

Untuk itu Jepang merencanakan invasi ke daerah Asia Tenggara dan Malaysia yang kaya akan minyak dan sumber mineral.Kedua area itu masih dikuasai pemerintah kolonial Eropa.

Namun untuk melakukan ini,Jepang merasa terhalang oleh keberadaan Angkatan Laut Amerika di Hawai.Untuk itulah Admiral Yamamoto merencanakan serangan mendadak ke Pearl Harbor.

Pihak Amerika sebetulnya bukanlah tidak mengetahui adanya rencana penyerangan ini.Kepala dari American Naval Operations, Admiral Harold R.Stark,sudah merasakan gelagat ini semenjak Jepang melakukan serangan mendadak yang diikuti dengan agresi militer ke daerah selatan.

Pada bulan Januari 1941,Stark mengirim pesan kepada Secretary of the Navy,yang mengatakan adanya kemungkinan yang sangat besar bahwa suatu hari Jepang akan melakukan serangan mendadak kepada armada Amerika atau ke pelabuhan di Pearl Harbor,

“[i]f war eventuates with Japan it is believed easily possible that hostilities would be eventuated by a surprise attack upon the fleet [the American Pacific Fleet] or the naval base at Pearl Harbor.”

Stark mengindentifikasikan serangan itu akan berupa pemboman dari udara, baik dengan bom atau torpedo yang diangkut pesawat.Frank Knox dari Secretary of the Navy menyetujui pendapat Stark dan ia segera melaporkan ini kepada Mayor Jenderal Walter Short,komandan Angkatan Darat Amerika di Hawai.

Di saat yang hampir bersamaan,kedubes Amerika di Tokyo juga memberikan peringatan kepada State Department.Ini dilakukan oleh Edward Crocker,seorang first secretary dari kedutaan.Crocker mengirimkan laporan ini berdasarkan informasi dari diplomat Peruvian yang mengatakan jika Jepang mengalami “masalah” dengan Amerika maka mereka akan mencoba melakukan serangan besar yang mendadak ke Pearl harbor.Duta besar Peruvian ini tidak menyebutkan secara spesifik sumber yang didapatkannya tapi ia menyatakan bahwa salah satu dari sumbernya itu adalah orang Jepang.Tapi pemerintah Amerika masih bersikap kritis.

Intelijen Amerika juga menangkap banyak pesan rahasia dari intelijen angkatan laut Jepang,yang disebut J-19 atau JN-25.Salah satu dari pesan itu berisikan permintaan mengenai posisi yang tepat pada kapal-kapal perang yang akan dijadikan sasaran pemboman.

Di Honolulu,Hawai,sebetulnya banyak sekali agen-agen Jepang bertebaran.Merekalah yang memberikan informasi terkini kepada pihak Jepang.Honolulu bisa dibilang sebagai “Kota Suci” untuk agen-agen asing.

Pada tanggal 3 Desember,seorang agen FBI di Honolulu,Robert Shivers,menyatakan bahwa anak buahnya menangkap pesan di telpon pada konsulat Jepang di Honolulu.Isi pesan itu mengatakan tentang dokumen-dokumen yang harus dibakar.Belakangan diketahui bahwa dokumen itu berisikan tentang gerakan armada angkatan laut Amerika.

Hingga menjelang 7 Desember 1941 Amerika sebetulnya sudah banyak mendapat keterangan.

Namun,walaupun demikian,apa yang menyebabkan Pearl Harbor tetap dapat diserang walau sudah terdapat indikasi ?

Intelijen Amerika rupanya tidak menanggapi dengan baik laporan-laporan yang telah diterimanya.Mereka memang tidak mengabaikannya.

“…Jepang sering mengubah-ubah kode-kode rahasianya”.

Mereka hanya tidak mendapat gambaran yang jelas mengenai apa rencana Jepang yang sesungguhnya. Apalagi Jepang sering mengubah-ubah kode-kode rahasianya.Bahkan banyak dari pihak intelijen yang tidak menduga bahwa Pearl Harbor lah yang akan diserang.Belakangan diketahui kalau intelijen masih belum menganalisa kode-kode penting seperti JN-25B hingga tahun 1944.

Disamping itu,dalam tubuh Angkatan Laut Amerika,memang suka terjadi konflik dan juga ketiadaan komunikasi.Seperti pada masalah perwira intelijen Angkatan Laut,Kapten Ellis M.Zacharias.Ia disingkirkan oleh “klub” para Admiral.Zacharias adalah orang yang berpengalaman dalam intelijen dan fasih berbahasa Jepang.Sikapnya yang suka blak-blakan dan pengamatannya mengenai rencana Jepang membuatnya tidak begitu disukai.Seandainya pendapatnya didengar barangkali jalannya peristiwa akan menjadi lain.

Angkatan Laut Amerika juga meyakini akan mesin pemecah sandi milik mereka yang disebut “Purple Magic”.Alat itu dikatakan bisa memecahkan kode-kode rahasia milik Jepang.Namun ketika Admiral Husband E.Kimmel,komandan armada Pasifik, menanyakan kepada kepala intelijennya di Honolulu,”Apa itu Purple Magic ?” ia menjawab tidak tahu.

Ketiadaan komunikasi seperti inilah yang juga membuat Amerika bertambah lengah apalagi ditambah dengan sikap orang Amerika yang masih suka menganggap remeh bangsa Asia.

Dan akhirnya,pada tanggal 7 Desember 1941, pukul 7.55 waktu Hawai,ratusan pesawat Jepang menyerbu Pearl Harbor.Serangan dahsyat ini akan mengubah jalannya sejarah Amerika dan tentu juga dunia.Serangan ini juga mengubah kebijakan politik Amerika yang tadinya bersikap isolasionis menjadi terlibat dalam konflik di Eropa.

Dalam 90 menit,pesawat-pesawat Jepang menenggelamkan lima kapal perang besar dan merusakkan sembilan kapal perang yang terdiri dari kapal perusak,kapal penjelajah,dan kapal cruiser.Serangan Jepang ini juga menghancurkan hampir 200 pesawat.Jumlah korban yang tewas dalam serangan mendadak  ini ada 2403 orang dan jumlah yang terluka ada 1178.

Presiden Roosevelt menyebut serangan ini sebagai kekejian atau, dalam kata-katanya yang terkenal sewaktu berbicara di depan kongres, “the day that will live in infamy”.

Untuk waktu yang lama,para sejarawan mempertanyakan mengapa serangan ini dapat terjadi walaupun pihak Amerika sudah mendapatkan banyak peringatan di masa sebelumnya.

Para penganut teori konspirasi memberikan pendapat bahwa peristiwa ini sebetulnya sudah direncanakan.Roosevelt,berdasarkan banyak laporan dari bawahannya, sudah mengetahui akan terjadinya penyerangan ini, tapi ia mendiamkannya agar Amerika memiliki alasan yang  kuat untuk dapat berperang melawan Jepang dan juga untuk melawan Nazi di Eropa.

Tapi hal ini tidaklah benar.Saat itu, rakyat Amerika,seperti juga dengan Roosevelt,tidak ingin terlibat dalam peperangan,khususnya di Eropa.

“…Roosevelt sendiri lebih memperhatikan masalah Nazi kalau dibanding dengan Jepang”

Selain itu Roosevelt sendiri lebih memperhatikan masalah Nazi kalau dibanding dengan Jepang.Ini terlihat ketika ia mengamati perkembangan dengan cemas sewaktu Hitler menyerbu negara Inggris pada tahun 1940.

Dan jika,seperti kata teori konspirasi,Roosevelt menginginkan perang dengan Jepang,ia sudah mendapatkan kesempatan itu dengan baik ketika penerbang Jepang menenggelamkan kapal gunboat USS.Panay di sungai Yangtze,pada tahun 1937,di China .Tapi Roosevelt menyadari armada kapal perangnya di Asia tidak siap untuk berperang.

Dan memang benar.Di tahun 1941, kepala staf Angkatan Darat,Jenderal George C.Marshall,mengatakan kepada Roosevelt bahwa ia tidak dapat berperang hingga April 1942 karena pangkalan udara di Filipina sedang kekurangan pesawat pembom B-17 Flying Fortresses.Pesawat pembom itu sangat dibutuhkan jika seandainya pecah perang dengan Jepang.

Kalau Roosevelt memang melakukan konspirasi,ia tentu harus mengubah banyak sekali dokumen laporan yang diterimanya.Ini jelas tidak mungkin.Ia dan “komplotannya” harus melakukannya sejak Januari 1940.Sedangkan kode-kode rahasia mengenai rencana Jepang baru diterima sejak tahun 1941.

Permasalahan peristiwa Pearl Harbor menjadi bertambah kacau dari para penulis yang disebut “revisionis”.Kebanyakan dari penulis ini,seperti John Toland atau Robert B.Stinnett, selalu bertujuan untuk menyalahkan Roosevelt yang dianggap sudah mengetahui akan terjadinya serangan.

Contohnya seperti dalam buku “Day of Deceit” yang ditulis oleh Robert B.Stinnett.Ia mengatakan bahwa Roosevelt sudah mengetahui serangan itu karena membaca sebuah memorandum dari seorang Letnan Angkatan laut, McCollum, yang bertanggal 7 Oktober 1940.Dalam memorandum itu McCollum menulis tentang langkah-langkah provokatif agar dapat menyeret Jepang untuk menyerang Pearl harbor.

Dalam kenyataannya Roosevelt tidak pernah mengetahui adanya memorandum itu dan juga tidak ada bukti mengenai itu.Stinnett pun mengakui kalau tidak memiliki petunjuk yang kuat.Ia hanya menduga.

Dan juga, menurut Stinnett,stasiun intelijen Amerika pernah menangkap sinyal radio dari armada kapal perang Jepang saat menuju Pearl Harbor.Dalam kenyataannya tidaklah demikian.Untuk melakukan serangan kejutan dengan baik,apalagi yang sudah matang direncanakan, armada kapal perang itu harus membungkamkan komunikasi radio selama perjalanan.Banyak dokumen yang berhasil direbut dari Jepang menunjukkan bahwa Jepang memang menghentikan komunikasi radio selama perjalanan ke Pearl Harbor.Hal ini tidak diperhatikan Stinnett.

Stinnett juga menyebutkan mengenai kasus terkenal pada kapal SS Lurline, yang katanya mendengar sinyal radio misterius sewaktu berlayar dari San Fransisco menuju Hawai.Itu merupakan petunjuk,kata Stinnett, bahwa armada Jepang melakukan komunikasi dengan radio.Tapi,belakangan diketahui bahwa sinyal radio itu  adalah pesan-pesan kode telegrafik antara kota Yokohama dengan armada kapal komersial Jepang.

Stinnett,dan juga penulis-penulis “revisionis” lainnya, tidak memperhatikan atau mungkin menyembunyikan fakta-fakta yang ada.

Amerika sebetulnya tidak dalam keadaan yang siap menghadapi krisis dunia saat itu.

Salah satu indikasi bahwa serangan Pearl Harbor betul-betul adalah kejutan adalah ketika beberapa pesawat pembom B-17 yang tidak bersenjata ditembak oleh pesawat-pesawat Jepang.Pesawat pembom itu baru tiba di Pearl Harbor dari pangkalannya di Amerika.

Studi terbaru dari NSA (National Security Agency) menyimpulkan bahwa Amerika bisa kehilangan informasi penting karena lebih disebabkan masalah dalam komunikasi antara pejabat,seperti adanya laporan yang tidak disampaikan.

Serangan ke Pearl Harbor,menurut Admiral Kimmel,adalah serangan yang sudah direncanakan dengan baik,

“beautifully planned and executed military maneuver,”

Peristiwa Pearl Harbor memang adalah tragedi.

Sumber : buku “Desember 7,1941”,oleh A.A.Hoehling (ZEEBRA BOOKS,November 1991)

buku “Surprise Attack” oleh Larry Hancock (Counterpoint,2015)

historynet.com

laprogressive.com (oleh Sherwood Ross,edisi 7 Desember 2008)

telegraph.co.uk (edisi 8 Desember 2008)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s