Analisa

I have papered over an important difference between biology and the physical sciences : the element of history

Steven Weinberg, fisikawan

Dalam beberapa tahun belakangan ini dunia dihebohkan dengan teori  yang kontroversi  yaitu teori bumi datar (flat earth theory).Banyak yang menyetujui dan banyak juga yang menyanggahnya.Artikel ini akan menganalisa teori ini dari perspektif historis dimana akan terlihat bahwa mentalitas dari mereka yang menganut teori bumi datar memiliki kemiripan dengan mentalitas pada generasi 60an atau the sixties di Amerika Serikat.Munculnya teori bumi datar tidak lebih dari korban media….

   Pertama, kita tidak perlu merasa disulitkan dengan pendapat kaum penganut bumi datar yang sebetulnya,untuk tidak mengatakan semuanya,tidak memiliki dasar yang ilmiah.

Sebelum kita akan mengamati secara historis ada baiknya,walaupun ini lebih tepat pada ranah sains,kita mengetahui beberapa penjelasan ilmiah yang sederhana tapi memiliki logika yang kuat bahwa bumi ini tidak berbentuk datar :

  • Pada gerhana bulan kita melihat bayangan bumi yang jatuh di bulan berbentuk bundar (round).
  • Kalau kita melihat kapal yang sedang berlayar ke ujung lautan,kapal itu perlahan-lahan akan terlihat menghilang.Ini menunjukkan bentuk yang melengkung pada bumi.
  • Jika kita menancapkan tiang dengan tegak lurus maka bayangannya akan berubah sepanjang hari itu.Ini tidak akan terjadi kalau bumi berbentuk datar. Eratosthenes menggunakan fenomena ini untuk menghitung keliling bumi kira-kira 2200 tahun yang lalu.
  • Perbedaan zona waktu dapat terjadi karena bumi berbentuk bola (sphere).Kalau matahari menyinari bumi,ia hanya mengenai sebagian,belahan bumi yang lain menjadi gelap.Ini menyebabkan perbedaan waktu.Ini tidak akan terjadi kalau bumi berbentuk datar dimana setiap orang akan merasakan waktu yang sama.
  • Teori gravitasi memerlukan benda yang berbentuk bola.Ini tidak kompatibel kalau bumi berbentuk datar.

Foto-foto atau gambar kamera yang diambil dari luar angkasa sebetulnya sudah merupakan petunjuk yang jelas bahwa bumi itu berbentuk bulat. Hanya saja penganut bumi datar (flat earthers) tidak mau menerimanya.Mereka mengatakan bahwa semua foto atau gambar itu adalah rekayasa.

Kalau kita melihat gambar bumi dari kamera pada modul Gemini 4, yang mengorbit pada tahun 1965, itu jelas merupakan gambar yang orisinil.Itu tidak dapat direkayasa dengan teknik analog.

Manipulasi foto atau gambar kamera mengenai bumi tidak dapat dilakukan di era 60 – 70an,karena masih ada keterbatasan teknologi pada alat foto atau kamera.

Sekarang kita akan melihat perkembangan secara historis mengenai teori bahwa bumi itu berbentuk bulat.

“…karena mereka tidak memiliki peralatan modern seperti yang kita pakai sekarang ini”.

Pada bangsa Babilonia kuno (2000 – 1600 SM) mereka memang memiliki pendapat bahwa bumi itu datar tapi hal ini dapat dimaklumi karena mereka tidak memiliki peralatan modern seperti yang kita pakai sekarang ini.

Namun, meskipun demikian, orang-orang Babilonia sudah dapat membuat peta bintang dan kalender.Ini dapat dilihat dari penemuan tablet-tablet oleh para arkeolog.Pemahaman bangsa Babilonia mengenai gerakan benda-benda langit,walaupun masih terdapat unsur mistik,sangat baik.

Pada tahun 1100 SM bangsa Babilonia ditaklukkan oleh bangsa Asyria.Seluruh kultur bangsa Babilonia dilenyapkan oleh orang-orang Asyria kecuali peninggalan mengenai astronomi.Bangsa Asyria rupanya juga terkenal brilian dalam hal astronomi.Walaupun masih tetap terdapat unsur mistik seperti zodiak, mereka mengetahui gerakan benda-benda langit dengan baik.

Dan,seperti halnya dengan bangsa Babilonia,mereka juga memiliki pendapat bahwa bumi itu datar.Tapi hal ini juga dapat dimaklumi karena belum ditemukannya peralatan modern dalam mempelajari benda-benda langit.Orang-orang Asyria mempelajari benda-benda langit dengan mata telanjang dan ini membuat mereka hanya dapat mengenal lima planet yang sekarang kita sebut planet Merkurius,Venus,Mars,Yupiter,dan Saturnus.

Walaupun masih terdapat kekurangan,orang-orang dari bangsa kuno ini memberikan kontribusi yang sangat besar,seperti mengetahui gerakan regular dari bintang,yang membuat kita mengetahui lebih lanjut akan bentuk dari dunia dan alam semesta kita ini.

Bangsa Asyria kemudian ditaklukkan oleh bangsa Persia.Orang-orang Persia lalu memperluas pengetahuan astronomi yang diperoleh dari bangsa Babilonia dengan menambah perhitungan matematis dan juga membuat prediksi yang akurat pada peristiwa-peristiwa astronomis.

Kerajaan Persia lalu ditaklukkan oleh Iskandar Agung (Alexander the Great).Dalam masa inilah para pemikir dan astronom Yunani seperti Hipparchus memberikan kontribusi yang amat berpengaruh untuk kita dalam memahami alam semesta.

Ia dapat memprediksikan itu karena melihat gerakan bintang yang sering berubah

Hipparchus,berdasarkan apa yang ia pelajari dari pengetahuan astronomi bangsa Babilonia,memprediksikan bahwa bumi itu berbentuk bola.Ia dapat memprediksikan itu karena melihat gerakan bintang yang sering berubah. Hipparchus,dengan juga melihat pada gerakan bintang, juga berpendapat bahwa bumi itu berputar dan memiliki lintasan orbit. Hipparchus juga berpendapat bahwa matahari adalah pusat dari semesta ini dan bukan bumi.

Walaupun Hipparchus memiliki pendapat yang dapat kita terima pada jaman sekarang ini,ia tidak begitu saja langsung didukung. Ada beberapa catatannya yang hilang untuk kita.

Sebelum Hipparchus,pendapat bahwa bumi ini berbentuk bola rupanya juga pernah dikemukakan oleh filsuf terkenal,Aristoteles.Ia mengemukakannya pada tahun 350 SM.Namun Aristoteles masih beranggapan bahwa bumi adalah pusat alam semesta,yang terdiri dari beberapa lapisan (layer).

Pendapat Aristoteles ,yang terinspirasi dari gurunya,Plato ,rupanya sangat akurat dalam memprediksi gerakan benda-benda langit.Pendapat Aristoteles tetap dipakai hingga ratusan tahun mendatang.

Namun,di sisi lain, kita harus tetap mengingat bahwa walaupun pendapat Aristoteles mengenai bumi dapat dibenarkan,ia memiliki banyak kesalahan dalam pendapatnya yang lain.

Pemikir Yunani yang lain,yang juga berpendapat bahwa bumi itu bundar,adalah Ptolemy.Ia sangat terpengaruh oleh filsuf Aristoteles.

“…ia berkesimpulan bahwa bumi itu berbentuk bundar”

Setelah mempelajari karya Aristoteles dan juga karya dari bangsa Babilonia ia berkesimpulan bahwa bumi itu berbentuk bundar.

Ptolemy menyelidikinya dengan melihat pada kapal yang sedang berlayar ke ujung lautan dimana kapal itu lama-kelamaan akan menghilang dari garis permukaan air laut.Bisa jadi ini adalah eksperimen pertama yang menjelaskan bahwa bumi itu bundar.

Filsuf lain,Strabo,dengan observasi yang mirip dengan Ptolemy,juga berpendapat bahwa bumi itu bundar.Ia melihatnya pada tingkat cahaya (elevated lights) di pantai.

Setelah periode dari masa pemikir Yunani ini, benua Eropa mulai memasuki Abad Kegelapan (Dark Ages).Pihak gereja, yang berkuasa dengan absolut, mulai membatasi penyelidikan ilmiah.Ini berlangsung selama empat belas abad hingga sains mulai dipelajari kembali.Tapi,bagaimanapun,pendapat mengenai bumi adalah bundar,sudah terbentuk hingga  masa itu.

Bahwa bumi itu bundar kita dapat melihat pada peristiwa historis mengenai pelayaran keliling dunia yang dilakukan oleh penjelajah Portugis terkenal,Magellan.Tigapuluh lima abad semenjak bangsa Babilonia mulai mempelajari pergerakan bintang ,Magellan berlayar dengan lima kapal mengelilingi dunia.Itu terjadi pada tahun 1519.

“…tidak terjadi apapun pada pelayaran Magellan”

Di masa itu masih terdapat anggapan bahwa laut itu memiliki tepi,sehingga, siapapun yang melewati batas tepian itu,ia akan terjatuh,entah kemana.

Tapi kita mengetahui dengan baik bahwa tidak terjadi apapun pada pelayaran Magellan.Tidak ada yang jatuh.Ini adalah bukti langsung yang amat jelas bahwa bumi itu,pada kenyataannya, berbentuk bundar.Ini sudah diteorikan pada masa-masa sebelumnya.

Hanya,sayangnya,Magellan tewas dibunuh oleh penduduk asli Filipina sebelum mengakhiri perjalanannya.Ia tidak pernah dapat melihat bahwa bumi itu bundar.

Beberapa tahun kemudian, Nicolaus Copernicus,setelah mempelajari karya-karya dari astronom kuno  dan juga mengamati sendiri pergerakan bintang di langit,menyatakan bahwa bumi itu berbentuk bundar.Begitu juga dengan planet-planet lain yang kasat mata.

Seperti Hipparchus,Copernicus juga menyatakan bahwa satu-satunya jalan untuk memahami pergerakan bintang adalah dengan menganggap bahwa bumi itu bergerak.

Pendapat Copernicus jelas bertentangan dengan pihak gereja yang saat itu beranggapan,berdasarkan ajaran Aristoteles,bahwa bumi itu adalah pusat dari semesta.Di masa itu,pendapat yang dianggap bertentangan dengan ajaran gereja akan dianggap bidah.

Tapi Copernicus tetap melanjutkan penelitiannya.Ia kemudian menerbitkan karyanya yang berjudul Dē revolutionibus orbium coelestium yang akan menjadi katalis fundamental untuk revolusi saintifik.

Dalam buku ini Copernicus menyebut tentang karya Hipparchus mengenai model heliosentris yang juga berpengaruh pada Copernicus.Tapi bagian ini telah dihapus sebelum diterbitkan.

Ratusan tahun kemudian ,seorang astronom Italia, Galileo, menemukan teleskop.

Pada tahun 1609 ia mengamati angkasa dengan teleskop dan merasa takjub melihat benda-benda langit seperti bulan,planet Saturnus dan planet Yupiter.

Ia bahkan dapat melihat bulan-bulan satelit pada planet-planet tersebut.

Dengan ditemukannya teleskop ini kita dapat melihat bahwa bulan dan juga planet-planet dari sistem solar berbentuk bola.Begitupun dengan matahari yang,dengan teleskop khusus,juga berbentuk bola.Ada dari beberapa penganut teori bumi datar yang mengatakan bahwa benda-benda langit tidak berbentuk bola tapi piringan (disc).

Hal yang mengagumkan sebelum teleskop ditemukan adalah adanya orang jenius seperti Hipparchus yang sudah menyatakan jauh sebelumnya,berdasarkan chart pergerakan bintang,bahwa bumi dan seluruh benda langit adalah berbentuk bola.Benda-benda langit ini mengitari matahari dengan gerakan konstan.

Dengan melihat historisitas dari ilmu astronomi kita dapat melihat bahwa pendapat mengenai bumi itu berbentuk bundar memiliki dasar dan logika yang kuat,sekalipun di masa itu  tetap terdapat anggapan bahwa bumi tidak berbentuk demikian.

Namun mengapa anggapan kalau bumi itu datar muncul kembali di abad 21 yang sudah canggih ini ?

Semua ini tidak lebih disebabkan dari berita media,khususnya internet,yang terus menerus menceritakan teori-teori konspirasi,yang biasanya selalu menyalahkan pihak barat.

Kaum penganut bumi datar  sesungguhnya  memiliki analogi dengan generasi 60an atau the sixties yang melanda negara Amerika Serikat pada era 1960an.

Kaum the sixties melakukan pemberontakan terhadap tatanan sosial yang sudah ada,mirip dengan kaum penganut bumi datar yang ingin membongkar “kebohongan” dalam tatanan sains.

Secara khusus,generasi 60an mengkritik sistem kapitalis.Di saat yang sama mereka juga menentang perang Vietnam yang saat itu sedang berkecamuk.

Tapi dalam mengekspresikan pemberontakan mereka,kaum the sixties melakukan banyak hal yang menyimpang seperti seks bebas, penggunaan narkoba,dan gaya hidup hippies.

Selain itu banyak dari mereka yang tertarik dengan ajaran spiritual baru,seperti mistik Timur,yang dianggap dapat memenuhi kebutuhan rohani mereka.Mereka tidak puas atau bahkan tidak percaya dengan ajaran agama yang sudah dianut sebelumnya.

Tapi,yang sebetulnya terjadi bukanlah karena mereka merasa “dikekang” atau yang semacam itu,tapi lebih karena rasa bosan atau jenuh karena telah menikmati hidup yang sudah berkecukupan.Mereka mulai kritis dengan sistem kapitalis dan menyalahkannya.

Mereka lalu mencari pencarian baru dengan paham sosialis atau Marxisme.

Ya, kejenuhan dengan tatanan hidup yang sudah ada membuat generasi 60an bersikap demikian.

Hal ini dikatakan dengan baik oleh mantan penganut Marxisme yang juga ikut generasi 60an,David Horowitz.

Pada era 60an,Horowitz adalah seorang pemimpin aktivis kiri (leftist) yang amat fanatik dan sangat menentang sistem kapitalis.Ia seorang yang cerdas.Ia mendukung paham sosialis dan amat memuja Che Guevara.

Suatu hari teman Horowitz,yang juga seorang aktivis,dibunuh oleh sesama penganut aliran kiri.Ini membuatnya menjadi bertanya mengenai kebenaran dari paham Marxsisme yang amat diyakininya.

Pertentangan yang sering terjadi dalam setiap kelompok kiri seperti New Left atau Black Panther,membuat Horowitz akhirnya meninggalkan ideologi Marxsis dan berubah menjadi konservatif.

Bersama dengan temannya,Peter Collier, yang juga mantan aktivis kiri,Horowitz menulis buku yang berjudul Destructive Generation,yang,dengan cerdas,berisikan kritikan akan generasi 60an,yang dianggapnya sebagai generasi perusak yang hanya menghasilkan nihilisme.

“…pada dasarnya teori bumi datar tidak memiliki landasan ilmiah yang kuat”

Kaum penganut bumi datar pun mirip dengan generasi 60an yang pada akhirnya juga hanya menghasilkan nihilisme.Kita harus ingat bahwa pada dasarnya teori bumi datar tidak memiliki landasan ilmiah yang kuat.Mirip dengan pendapat generasi 60an mengenai seks bebas,narkoba,dan gaya hidup hippies,yang juga tidak memiliki landasan moral yang benar.

Kelakuan generasi 60an pada akhirnya hanya mengakibatkan kebingungan dan bahkan kekacauan.

Tidak ada seorang ilmuwan pun pada masa kini yang membenarkan teori bahwa bumi itu berbentuk datar apalagi ingin sungguh-sungguh merisetnya.

Sangat mungkin kalau suatu hari akan terjadi perbedaan pendapat di dalam sesama kaum penganut bumi datar,seperti pada generasi 60an,yang akibatnya hanya menimbulkan ketidakpastian.

Berbeda dengan masa 60an yang tidak ada internet,kaum penganut bumi datar kini hidup di era informasi tanpa batas.Dengan demikian informasi yang tidak benar akan dapat lebih leluasa disebar kemana-mana.

Media internet, yang terus-menerus menceritakan teori-teori konspirasi seperti  Illuminati atau New World Order,sebetulnya ikut memberikan kontribusi akan munculnya teori bumi datar ini.Kecurigaan menjadi terbentuk.

Memang menarik kalau diamati, mengapa pendapat kaum penganut bumi datar pada akhirnya lebih menekankan pada teori konspirasi ? Entah itu dilakukan oleh New World Order,Illuminati,Freemasonry,atau bahkan NASA.

Sekali lagi,walaupun kita tidak perlu serius menanggapi pendapat mereka,karena memang tidak memiliki landasan ilmiah yang kuat,kita tetap harus mengantipasinya,mengingat pendapat ini semakin banyak pengikutnya.

Bukannya tidak mungkin suatu hari akan muncul teori konspirasi bahwa bulan sesungguhnya adalah pesawat luar angkasa yang dirahasiakan Amerika selama puluhan tahun.Ada beberapa buku yang pernah mempertanyakan eksistensi bulan yang sesungguhnya,seperti karya lawas Don Wilson (Our Myterious Spaceship Moon).

Apakah saat ini sedang terjadi perang informasi (cyber war) untuk mempengaruhi masyarakat dunia ?

Selain logika dan pengetahuan ilmiah,hal lain yang perlu kita ketahui dalam menanggapi informasi yang tidak benar adalah : sejarah.

Sejarah juga merupakan suatu kekuatan.

Ketika teori konspirasi tentang pendaratan di bulan telah menjadi viral,mereka yang percaya akan teori ini tidak memperhatikan peristiwa sejarah yang terjadi pada tahun 1972.

Walaupun peristiwa ini tidak memiliki hubungan langsung dengan pendaratan di bulan tahun 1969,tapi peristiwa ini dapat memberikan indikasi yang kuat bahwa teori konspirasi pendaratan di bulan sama sekali tidak benar.

Di tahun 1972,tiga tahun setelah pendaratan di bulan,presiden Amerika Serikat, Nixon,terungkap telah melakukan kecurangan pada pemilu presiden.Ini adalah peristiwa yang dikenal dengan skandal Watergate.

Kecurangan Nixon terbongkar oleh dua wartawan dari harian Washington Post, Bob Woodward dan Carl Bernstein.Investigasi mereka dapat menjatuhkan presiden Nixon.

Apa yang dapat kita lihat dari peristiwa ini ?

Kalau kecurangan seorang presiden,yang memiliki sekuritas yang amat tinggi,dapat diungkap,apalagi NASA kalau ia memang melakukan kebohongan mengenai pendaratan di bulan.

Apalagi NASA memperkerjakan 400000 ribu karyawan saat pengiriman roket ke bulan berlangsung.Kenapa dari karyawan itu tidak ada yang melapor ke polisi atau mengungkapkannya pada pers ?

Memperhatikan  peristiwa sejarah ternyata juga bermanfaat.

Sumber : buku “A Brief History of the Universe” oleh J.P. McEvoy (Running Press,2010)

Space.news (edisi 14 Maret 2016)

cut2thetruth.wordpress.com

Sumber gambar : earthspacecircle.blogspot.co.id

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s