MENGAPA TIDAK DIUNGKAP ?

Fenomena piring terbang era 50an

Di era 50an fenomena UFO (Undentified Flying Object) melanda negara Amerika Serikat.Fenomena yang dalam sejarah modern dimulai tahun 1947 itu membuat pemerintah Amerika merasa resah.Ketertutupan menjadi sikap pemerintah Amerika dalam menanggapi maraknya benda asing terbang yang berbentuk piring,oval,atau pun elips ini.Di masa itu juga terjadi banyak perdebatan antara Angkatan Udara dengan para ilmuwan.Mengapa  tidak diungkap  ? Dr.J.Allen Hynek,seorang astronom yang ditunjuk Angkatan Udara untuk menyelidiki UFO,menjelaskan ini…

     Sewaktu bertugas Allen Hynek bekerja sama dengan badan intelijen Angkatan Udara yang bernama ATIC atau Air Technical Intelligence Center yang ada di pangkalan udara WrightPatterson,di Dayton,Ohio.Badan itu bertugas menganalisa informasi intelijen untuk Angkatan Udara dan sejak periode tahun 1947-48 ATIC sudah menerima laporan awal mengenai UFO.

Apa yang dialami Hynek sewaktu mengadakan penyelidikan sangat mengherankannya.Ia melihat adanya ketakutan yang amat besar pada intelijen ATIC karena mereka selalu menerima laporan UFO yang terus-menerus dari segala penjuru.Dan mereka tidak mampu menjelaskannya.Untuk mencegah kepanikan dalam masyarakat ATIC selalu melakukan seleksi dalam menganalisa laporan.Mereka akan menganggap enteng laporan yang berasal dari warga sipil.Tapi kalau laporan yang datang dari anggota militer mereka agak berhati-hati.

Ini membuat Hynek berpendapat bahwa :

  • Angkatan Udara sesungguhnya khawatir akan fenomena piring terbang ini.Mereka menganggapnya sebagai ancaman.Mereka tidak peduli apakah UFO itu berasal dari negara lain,atau pun dari planet lain.
  • Angkatan Udara kelihatannya lebih memprioritaskan pada alasan keamanan daripada tujuan saintifik,sekalipun mereka,katanya, juga mengadakan penyelidikan ilmiah.

Dalam berbagai kasus,pihak Angkatan Udara selalu mencoba merasionalkan penampakan UFO dengan memberikan penjelasan bahwa itu adalah meteor,khususnya untuk penerbang, atau halusinasi.

Di dalam ATIC  sendiri  terjadi dua macam pendapat mengenai UFO.Pendapat pertama mengatakan kalau UFO itu adalah pesawat antar planet.Itu berarti pihak militer harus bersiap-siap untuk menghadapinya.Pendapat kedua adalah UFO itu cuma salah persepsi,atau ulah orang iseng,atau halusinasi dari orang yang trauma akibat perang (postwar nerves).

Demi menjaga stabilitas keamanan,pemerintah Amerika memilih pendapat yang kedua dalam menangani masalah UFO.

“Kekuatiran ini makin menjadi-jadi ketika armada UFO pernah  melintasi langit diatas Gedung Putih…”

Kita melihat bahwa kekhawatiran adalah sikap yang mendasar dari pemerintah Amerika ketika menghadapi fenomena UFO.Kekuatiran ini makin menjadi-jadi ketika armada UFO pernah  melintasi langit diatas Gedung Putih, pada malam hari di bulan Juli 1952.Peristiwa yang dikenal sebagai “Washington Flap” ini juga direkam oleh kamera.Wilayah angkasa diatas Gedung Putih sebetulnya merupakan daerah yang terlarang untuk penerbangan.

Di jaman internet ini,banyak sekali orang yang suka mengatakan bahwa Amerika telah melakukan konspirasi dengan makhluk-makhluk asing (alien) untuk keuntungannya.Itu sebabnya Amerika dikatakan suka berahasia atau cover-up mengenai masalah UFO.Budaya pop macam serial TV The X-Files atau Dark Skies makin mempopularkan teori konspirasi seperti ini.

Tapi dari analisa sejarah diatas,kita melihat bahwa kekuatiranlah yang membuat Amerika bersikap demikian dan bukan konspirasi.

Uni Soviet,rival Amerika sewaktu Perang Dingin,juga bersikap yang sama ketika menghadapi fenomena UFO di negaranya.

Ya,dimana ada kerahasiaan disitu selalu muncul teori konspirasi.

Sumber : buku “The Hynek UFO Report” oleh Dr.J.Allen Hynek (SPHERE BOOKS LIMITED,1978)

Sumber foto : ufoevidence.org

Advertisements

PERANG RAHASIA DI UDARA

Perang Dingin

Di era 50-60an Amerika Serikat melakukan banyak pengintaian rahasia di udara.Pengintaian ini biasa dilakukan diatas wilayah Uni Soviet atau di negara-negara satelitnya.Banyak pesawatnya yang ditembak jatuh dan sebagian pilotnya tidak diketahui nasibnya.Pemerintah Amerika tidak pernah mengakui ini….

    Pada bulan April 2001 sebuah pesawat Angkatan laut Amerika dicegat oleh dua pesawat tempur J-8 milik China.Kejadian itu terjadi di dekat pulau Hainan yang terletak di laut China Selatan.Amerika bersiteguh bahwa pesawatnya terbang di atas perairan internasional namun China menganggap itu adalah wilayahnya.Dan kemudian terjadilah insiden,salah satu pesawat tempur China itu,karena terbang terlalu dekat, menabrak sayap dari pesawat Amerika dan kemudian jatuh ke laut dan menewaskan pilotnya.Pesawat Amerika yang berjenis EP-3E Aries itu segera dipaksa mendarat di pulau Hainan.Setelah dilakukan usaha diplomatik, ke 24 awak pesawat Aries itu,tiga diantaranya wanita, akhirnya dapat dipulangkan.Pemerintah Amerika meminta maaf atas kejadian ini.

Ada yang menarik dari peristiwa ini.Pesawat Amerika itu dikatakan sedang melakukan tugas yang rutin, namun bagi pengamat dari Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) pesawat itu sepertinya sedang melakukan misi pengintaian.Sebab,secara historis,Amerika sudah sering melakukan ini puluhan tahun yang lalu sewaktu era Perang Dingin.Apa yang terjadi pada pulau Hainan sangat mirip dengan peristiwa puluhan tahun yang lalu.

“…secara diam-diam,pesawat-pesawat itu terbang ke arah yang lain…”

Hanya saja kali ini tidak ada korban dari pihak Amerika. Di masa itu pemerintah Amerika selalu mengatakan kalau semua pesawatnya terbang di wilayah internasional.

Tapi sebetulnya, secara diam-diam, pesawat-pesawat itu terbang ke arah yang lain.Pengintaian di masa Perang Dingin itu sesungguhnya juga memakan banyak korban.Kebanyakan ditembak jatuh oleh Uni Soviet.

Berikut adalah daftar pesawat yang ditembak jatuh atau hilang yang dapat terungkap :

  • Tanggal 8 April 1950,pesawat milik Angkatan Laut jenis PB4Y-2 “Privateer” ditembak jatuh diatas laut Baltik.Sepuluh awaknya hilang atau disebut MIA (Missing In Action).
  • Tanggal 6 November 1951,pesawat jenis P2V “Neptune” milik Angkatan Laut ditembak jatuh diatas laut Jepang.Sepuluh awaknya hilang.
  • Tanggal 13 Juni 1952,pesawat jenis RB-29 milik Angkatan Udara ditembak jatuh diatas laut Jepang.Duabelas awaknya hilang.
  • Tanggal 7 Oktober 1952,pesawat jenis RB-29 milik Angkatan Udara ditembak jatuh di sebelah utara pulau Hokkaido,Jepang.Tujuh awaknya hilang dan satu orang tewas atau disebut KIA (Killed In Action).
  • Tanggal 29 Juli 1953,pesawat milik Angkatan Udara jenis RB-50 ditembak jatuh diatas laut Jepang.Tigabelas awaknya hilang,satu orang tewas,tapi satu orang ada yang selamat.
  • Tanggal 18 April 1955,pesawat jenis RB-47 milik Angkatan Udara ditembak jatuh diatas laut Pasifik di dekat pantai Kamchatka.Ketiga awaknya hilang.
  • Tanggal 10 September 1956,pesawat jenis RB-50 milik Angkatan Udara hilang diatas laut Jepang sewaktu terjadi topan.Enambelas awaknya hilang.
  • Tanggal 2 September 1958,pesawat milik Angkatan Udara jenis C-130 ,dengan serial 60528, ditembak jatuh di dekat Yerevan,Armenia.Sebelas awaknya hilang dan enam orang tewas (KIA).
  • Tanggal 1 Juli 1960,pesawat jenis RB-47 milik Angkatan Udara ditembak jatuh diatas laut Barents.Tiga awaknya hilang,satu orang tewas,tapi dua orang selamat.

 

Situs ini nanti akan memberikan artikel khusus untuk memperinci beberapa insiden ditembak jatuhnya pesawat Amerika itu.

Sumber : buku “The Price of Vigilance” karya Larry Tart dan Robert Keefe (Balantine Book,2002)

Sumber foto : combatreform.org

 

 

 

APA YANG DIKETAHUI MOSSAD ?

Pemboman markas marinir Amerika di Beirut

Pada bulan Oktober 1983 sebuah bom mobil meledak dengan dahsyat di barak marinir Amerika Serikat di Beirut.Banyak korban tewas dengan mengenaskan.Israel,seperti yang sudah kita ketahui adalah sekutu dekat Amerika di Timur Tengah, rupanya telah mengetahui akan terjadinya insiden ini.Tapi mengapa mereka tidak memberitahukan  Amerika ? Victor Ostrovsky,seorang mantan intelijen Israel,Mossad,mengungkapkan ini ….

  • Pada September 1982,dunia dikejutkan oleh pembantaian sadis dan biadab yang terjadi di Sabra dan Shatila,di Libanon.Pembantaian terhadap pengungsi Palestina oleh kaum Kristen Falangis  dukungan Israel ini menewaskan hampir 800 orang.Bahkan binatang kuda pun juga ikut disembelih.Banyak negara mengecam Israel karena keterlibatannya yang tidak langsung ini .Italia menolak kehadiran kapal-kapal Israel di pelabuhannya,Inggris mengecam Israel,dan Mesir menarik kembali duta besarnya.Di dalam masyarakat Israel sendiri pun juga terdapat banyak protes.
  • Pada akhir 1970,Pemimpin Kristen Falangis Libanon,Bashir Gemayel,membujuk Mossad untuk memberikan bantuan, karena pasukannya sedang dalam kepungan musuh.Libanon memang sudah menjadi arena konflik dari berbagai sekte agama.Gemayel sendiri  saat itu juga bekerja sama dengan CIA.Gemayel sebetulnya adalah orang yang sangat brutal dan haus akan kekuasaan.Bagi Israel permintaan bantuan ini sangat menarik walau pun tetap memiliki resiko. Dengan memiliki “kawan” di dalam negara-negara Arab,Israel dapat menghabisi musuh bebuyutannya selama ini yaitu PLO (Organisasi Pembebasan Palestina).
  • Pada Juni 1982,Israel menginvasi Libanon dengan 60000 pasukan dan 500 tank.Alasannya untuk melawan PLO yang bermukim disana.Dalam tempo 48 jam kekuatan PLO dapat ditundukkan walaupun tetap terdapat perlawanan sengit seperti di Sidon,Tyre,dan Damur.Presiden Amerika Serikat,Ronald Reagan,mempertanyakan pemerintah Israel mengenai invasi itu.Israel menjawab bahwa itu adalah usaha untuk membela diri karena negaranya sering diserang oleh PLO.
  • Invasi Israel ini pada akhirnya hanya memperkeruh keadaan.Pemboman yang sering dilakukannya mengakibatkan banyak warga sipil yang tewas.Ini membuat dunia internasional bersikap kritis dan orang-orang PLO segera angkat kaki dari kota Beirut.Pada akhir Agustus 1982,sejumlah kecil pasukan perdamaian dari Amerika Serikat,Perancis,dan Italia tiba di Beirut.Mereka datang untuk menenangkan situasi di Beirut yang sudah semakin parah.Tapi Israel tetap melanjutkan gempurannya.
  • Pada tanggal 14 September 1982,sebuah bom seberat 200 pound meledak di lantai tiga gedung partai Kristen Falangis di Beirut sebelah timur.Ledakan ini menewaskan Bashir Gemayel, sebagai presiden terpilih, dan 25 pengikutnya.Ini membuat kemarahan yang amat besar pada pendukung Gemayel.Mereka akan melakukan balas dendam.
  • Setelah diusut,pelaku pemboman itu rupanya dilakukan oleh seorang anggota partai Suriah atau Syrian People’s Party,sebuah partai  yang merupakan lawan dari partai kaum Falangis.Operasi pemboman itu diatur oleh intelijen Suriah di Libanon.Dan dua hari setelah pemboman itu, seorang komandan Israel yang berada di pos Beirut kedatangan dua orang tamu dari pejabat Libanon.Salah seorang dari mereka adalah pemimpin intelijen yang bernama Elias Hobeika yang terkenal amat bengis dan suka bepergian dengan membawa pistol dan pisau,dan juga granat tangan.Ia juga punya kebiasaan memotong telinga prajurit Suriah yang sudah mati untuk digantung di pagar kawat di kediamannya.Bagi Mossad,pertemuan dengan Hobeika, yang memiliki hubungan dekat dengan petinggi partai Kristen ini,adalah suatu hal yang penting.Dan Hobeika lah yang nanti akan memimpin kelompok  yang akan membantai kaum pengungsi Palestina di Shatila.
  • Pembantaian itu memang terjadi pada pertengahan September 1982 ,dengan restu Israel.Pihak Israel rupanya ikut memberikan dukungan dengan menggunakan sinar flare,untuk menerangi lokasi kamp-kamp pengungsi Palestina,dan juga dengan membangun pos-pos observasi untuk mengamati saat-saat pembantaian dilakukan.
  • Peristiwa ini membuat kemarahan dunia internasional.Perang mulut antara presiden Reagan dengan pemerintah Israel terjadi.Pada awal Oktober ,Amerika Serikat mengirim 1200 marinirnya ke Beirut dan bergabung dengan 1560 pasukan dari Perancis dan 1200 pasukan dari Italia.Amerika mengirim kembali pasukannya hanya 19 hari setelah mereka meninggalkan Beirut.
  • Selama masa krisis itu, stasiun intelijen Mossad di Beirut selalu penuh kesibukan.Salah seorang informannya mengetahui adanya penyelundupan barang-barang dari Beirut seperti rokok atau video ke negara Israel.Penyelundupan ini dilakukan oleh banyak prajurit Israel yang mengharapkan keuntungan besar bila barang-barang ini dijual di negaranya.Mereka bisa terhindar dari pajak yang tinggi.Informan ini juga mengetahui adanya tempat seperti garasi mobil yang dipakai untuk penyelundupan.Ia mengetahui banyak tempat yang bermanfaat untuk data intelijen.Mossad lalu melaporkan ini ke polisi militer Israel dan banyak usaha penyelundupan itu kemudian dapat digagalkan.Pada musim panas 1983,informan yang sama  mengatakan kepada Mossad mengenai adanya sebuah truk Mercedes berukuran besar yang sedang diperbaiki oleh orang-orang dari kelompok Muslim Syiah.Ruangan yang dipakai untuk memperbaiki truk itu sangat besar hingga dapat menampung bom.Menurut informan ini,truk besar itu kelihatannya memiliki maksud tertentu.
  • Pihak Mossad segera mengetahui bahwa,bila dilihat dari ukuran truk,truk itu kelihatannya akan diarahkan ke beberapa target yang logis seperti compound milik Amerika Serikat.Pertanyaannya adalah apakah mereka harus memperingatkan Amerika ?  Setelah melalui pergelutan, Mossad memutuskan untuk tidak memberikan informasi yang detil kepada Amerika .Cukup informasi yang umum saja,bahwa akan ada serangan bom mobil.Tidak perlu menyebut truk Mercedes.Pimpinan Mossad mengatakan bahwa Israel berada di Beirut bukan untuk melindungi Amerika.Tapi pada saat yang sama Mossad memberikan informasi yang spesifik kepada seluruh instalasi Israel mengenai adanya serangan bom mobil dengan truk Mercedes.
  • Dan pada tanggal 23 Oktober 1983,sebuah truk Mercedes berisi bahan peledak ukuran besar meledak di barak marinir Amerika Serikat.Ledakan dahsyat ini menewaskan 241 prajurit.Ini adalah jumlah korban tentara Amerika yang terbesar kedua setelah perang Vietnam.Di  bulan Januari 1968,Amerika kehilangan 246 pasukannya sewaktu terjadi serangan Tet di Vietnam.Dan beberapa menit kemudian sebuah bom mobil meledak lagi di markas pasukan Perancis di Bir Hason, yang terletak hanya dua mil dari barak marinir.Ledakan bom mobil ini menewaskan 58 prajurit Perancis.
  • Dalam beberapa hari Israel memberitahukan CIA nama-nama dari ke 13 orang yang diduga berkaitan dengan pemboman ke markas pasukan Amerika dan Perancis tersebut.Daftar nama dari Israel itu termasuk orang-orang dari intelijen Suriah,orang-orang Iran di Damaskus,dan seorang penganut Syiah,Mohammed Hussein Fadlallah.
  • Di markas besar Mossad,mereka merasa lega bahwa bukan mereka yang terkena serangan.Mereka melihat pemboman dahsyat itu hanya sebagai insiden kecil.Mossad mempunyai pertimbangan kalau seandainya informasi mengenai truk Mercedes itu dibocorkan maka informan mereka akan dibunuh.Bahkan bisa jadi banyak anggota Mossad nanti akan dibunuh.Amerika,menurut Mossad,harus menanggung sendiri akibat dari keterlibatannya di Libanon.
  • Tapi bagi Victor Ostrovsky Mossad sebetulnya tidak pantas melakukan itu karena Amerika datang ke Beirut dengan maksud baik untuk mengatasi kekacauan yang disebabkan oleh Israel sendiri.Tapi pimpinan Mossad menghendaki Ostrovsky supaya tutup mulut.Mereka mengatakan bahwa Israel lah yang lebih banyak memberi ke Amerika kalau dibanding Amerika ke Israel.Pimpinan Mossad selalu mengatakan demikian.Menurut Ostrovsky itu tidaklah benar.Banyak peralatan Israel yang diberikan Amerika,Mossad lah yang mestinya berhutang budi. 

     

     

Ini bukan pertama kalinya Israel  mengkhianati Amerika ,pada bulan Juni 1967,ketika perang Enam Hari meletus,militer Israel menyerang sebuah kapal Angkatan Laut Amerika Serikat,USS Liberty, di perairan internasional Mediterania.Israel beralasan dengan mengira itu adalah kapal Mesir.Tapi banyak yang berpendapat bahwa Israel sengaja menyerang kapal itu karena khawatir Angkatan laut Amerika telah menyadap pesan-pesan intelijen Israel selama perang Enam Hari berlangsung.

Sumber : buku “By Way of Deception” karya Victor Ostrovsky dan Claire Hoy (St.Martin’s Press,New York,1990)

Sumber foto : cbsnews.com

PASUKAN RAHASIA DALAM PERANG TELUK

25 tahun Perang Teluk

 

Tahun 2016 ini,adalah 25 tahun dari peristiwa Perang Teluk tahun 1991.Perang yang paling mencekam penduduk dunia saat itu melibatkan banyak negara besar untuk merebut kembali Kuwait.Walaupun yang paling menonjol dari perang ini adalah peranan pesawat tempur,namun tetap terdapat peranan lain yang nyaris tidak terungkap,tapi sangat menentukan, yaitu,operasi pasukan khusus. Douglas C.Waller,jurnalis dari majalah Newsweek mencoba untuk mengungkapkan ini….

    Bermula dari kekuatiran jendral Norman Schwarzkopf mengenai adanya stasiun radar Irak  yang masih belum diketahui posisinya.Stasiun radar peringatan dini ini ada di sekitar perbatasan Irak.Ini sangat berbahaya, karena jika stasiun ini tidak dihancurkan maka pesawat-pesawat Sekutu (Allied) yang akan membom Baghdad akan menjadi sasaran empuk.

Pemimpin unit komando Angkatan Udara Amerika Serikat, Kolonel George Gray, memberikan jaminan kepada Schwarzkopf bahwa satuan khusus helikopternya dapat menghancurkan stasiun radar itu.Jendral Schwarzkopf,sebagai orang yang sudah mengalami pahit-getirnya peperangan,tentu menginginkan jaminan mengingat seringnya terjadi dalam sejarah kalau operasi pasukan khusus pada akhirnya malah ditolong oleh pasukan regular.

Pada malam sebelum penyerangan ke kota Baghdad,empat helikopter MH-53J Pave Low dan delapan helikopter AH-64 Apache terbang rendah diatas tanah menuju perbatasan Irak dimana terdapat stasiun radar yang mengganggu itu.Pave Low adalah helikopter yang dilengkapi peralatan elektronis yang paling canggih sedunia.Tugasnya adalah untuk mengacaukan radar lawan.Ketika lokasi sudah ditemukan, helikopter-helikopter Apache segera menembakkan rudal Hellfire yang dituntun sinar laser.Ada seorang prajurit Irak yang sempat melihat kedatangan helikopter-helikopter itu, dan ketika ia lari menuju bungker, sebuah rudal melesat dan meledakkan bungker tepat ketika prajurit itu hendak membuka pintu.Operasi ini berjalan sukses.Dan segera setelah stasiun itu dihancurkan, ratusan pesawat Sekutu mulai beterbangan menuju Baghdad.Operasi Badai Gurun (Desert Storm) telah dimulai.

   Pasukan Amerika juga menggunakan satuan khusus untuk perang psikologis atau psy-ops.Satuan ini berasal dari Fort Bragg.Mereka menjatuhkan 29 juta pamflet untuk membujuk pasukan Irak agar menyerah.Mereka juga menyiarkan siaran radio yang bernama “Voice of the Gulf”, yang mengatakan tentang kesaksian prajurit Irak yang mendapat perlakuan baik setelah menyerahkan diri.

“Satuan  psy-ops juga menggunakan bom raksasa seukuran mobil VW Beetle…”

Sebagai hasil,banyak prajurit Irak di perbatasan yang menyerahkan diri setelah membaca pamflet atau mendengarkan siaran radio.

Satuan  psy-ops juga menggunakan bom raksasa seukuran mobil VW Beetle yang bernama BLU-82.Bom seberat 15000 pound dan pernah digunakan waktu perang Vietnam ini sebetulnya lebih berfungsi untuk menakut-nakuti Pada tanggal 7 Februari, sebuah pesawat Hercules jenis MC-130E Combat Talon, terbang menuju area yang sebelumnya sudah dijatuhkan pamflet agar pasukan Irak menyerah.Pesawat itu membawa bom BLU-82.Bom itu lalu dijatuhkan,di lokasi yang jauh, untuk memberikan peringatan.Ledakkannya amat dahsyat hingga menggema beberapa mil jauhnya,bahkan sampai mengganggu sinyal radio Irak di perbatasan.Asap dari ledakan bom itu juga berbentuk seperti jamur raksasa,mirip bom atom.Tim psy-ops lalu menjatuhkan pamflet yang memberikan peringatan kalau pasukan Irak masih tidak mau menyerah maka bom besar seperti yang sudah dijatuhkan itu akan langsung menimpa mereka.Ini membuat banyak prajurit Irak menjadi ketakutan.Mereka segera menyerahkan diri, dan diantara yang menyerah,terdapat beberapa perwira intelijen yang membawa informasi penting.

    Pasukan khusus Navy Seals juga memainkan peranan yang amat penting bahkan termasuk yang paling spektakular dalam sejarah operasi khusus.Pada tanggal 23 Februari,pukul 10 malam,enam anggota Navy Seals dengan senjata dan peralatan lengkap, berenang menuju pantai Kuwait yang sangat dingin (50 derajat Fahrenheit) dan penuh dengan ranjau.Mereka akan menanam bahan peledak jenis C-4 di pantai.Di waktu sebelumnya, pasukan Navy Seals sudah lama mengintai pantai itu dalam rangka mempersiapkan serangan amfibi.Dan ketika C-4 itu sudah ditanam, keenam Navy Seals itu berenang kembali menuju perahu-perahu karet Zodiac yang sudah ditambatkan 15 mil dari pantai.Ketika sudah menaiki perahu mereka segera menembakkan senjata mesin kaliber 50 ke arah pantai Kuwait.Tujuannya untuk membangunkan para penjaga pantai.

“Navy Seals berhasil mengelabui Irak.”

Mereka menembakkan peluru selama setengah jam.Tembakan gencar ini diikuti dengan ledakan C-4 yang sudah disetel waktunya.Ledakan dahsyat terjadi.Ledakan yang membentuk bola api ini membuat pantai menjadi terang.Pasukan Irak yang ada di Kuwait mengira telah terjadi serangan besar dari pasukan amfibi.Sebagian besar dari mereka segera berkonsentrasi ke pantai.Tapi pada saat yang  bersamaan pasukan darat Sekutu menyerbu ke bagian lain Kuwait dan melakukan invasi darat yang sesungguhnya.Navy Seals berhasil mengelabui Irak.

    Satuan khusus Baret Hijau (Green Berets) juga melakukan peran yang amat signifikan.Tugas mereka adalah memata-matai setiap gerakan pasukan Irak.Biasanya mereka beroperasi di dalam negeri Irak.Tugas mereka sangat berbahaya dan penuh resiko.

Suatu hari tiga orang pasukan Baret Hijau sedang melakukan misi pengintaian di daerah utara sungai Eufrat.Mereka bersembunyi di dalam lubang yang sudah digali secara khusus.

“Sebetulnya mereka dapat saja menembak bocah itu…”

Pada suatu saat mereka terpergok oleh seorang bocah perempuan yang usianya tidak lebih dari tujuh tahun.Dengan susah payah ketiga anggota Baret Hijau itu mencoba menghalau bocah itu sambil mengacungkan pistol 9 mm nya.Sebetulnya mereka dapat saja menembak bocah itu dan menyembunyikan mayatnya ke dalam lubang.Tapi hati nurani mereka tidak menginginkan itu. “But we couldn’t live with ourselves,” kata salah seorang dari mereka suatu hari.Bocah itu lalu lari sambil berteriak ke ayahnya yang ada di dekat situ.Ayah dan anak itu kembali untuk melihat lubang persembunyian.Ketiga Baret Hijau itu segera keluar dan mencoba menenangkan ayah anak itu.Tapi mereka mengalami nasib naas.Ayah dan anak itu segera berlari sambil berteriak ke pasukan Irak yang ada di sekitar daerah situ.Dan baku tembak tidak terelakkan.Pasukan Baret Hijau segera menghubungi bantuan udara dan juga helikopter untuk evakuasi.Sebuah pesawat F-16 dikirim untuk memberikan dukungan.Segera setelah helikopter Blackhawk tiba, ketiga Baret Hijau itu langsung dievakuasi sambil tetap ditembaki musuh.Helikopter itu sendiri juga terkena tembakan.Dari ketinggian mereka melihat sembilan mayat tentara Irak telah tergeletak.

Satuan Baret Hijau juga pernah bertempur dengan pasukan Irak selama lebih dari 6 jam.Mereka berjumlah 8 orang dan harus melawan 150 tentara Irak.Waktu itu tim Baret Hijau bertugas untuk menyerang bungker komando dan juga melakukan sabotase pada garis komunikasinya.Itu ada di dalam negara Irak.Mereka bertempur dengan sengit hingga akhirnya beberapa helikopter datang untuk menyelamatkan mereka.Tim Baret Hijau itu dapat dievakuasi.Sebanyak 130 tentara Irak tewas dalam pertempuran itu karena tembakan dari Baret Hijau dan juga tembakan perlindungan dari helikopter.Selama beroperasi di dalam wilayah Irak,satuan Baret Hijau tidak pernah terpergok oleh tentara Irak termasuk dari pasukan Pengawal Republik (Republican Guard).

    Satuan  Delta Force dan juga pasukan khusus Inggris,SAS,ikut berperan dalam menghancurkan rudal-rudal Scud milik Saddam Hussein.Mereka diminta cepat untuk bertindak setelah Washington mendengar kabar bahwa Israel akan melakukan serangan balasan dengan senjata atom jika Amerika tidak dapat menghentikan serangan Scud ke negeri mereka.Israel secara diam-diam telah melakukan uji coba misil berkapabilitas nuklir di laut Mediterania.Ini dilakukan sebagai peringatan untuk Washington.

Di hari terakhir perang,pada tanggal 27 Februari,pihak Sekutu mengetahui adanya 26 rudal Scud yang dipindahkan ke bagian barat untuk menyerang negara Israel.Ini adalah usaha terakhir dari Saddam Hussein.Segera pasukan Delta Force dan SAS dikirim untuk menghancurkan rudal-rudal itu.

“Israel berhasil dicegah untuk melakukan pembalasannya yang mengerikan itu”.

Operasi mereka didukung oleh pesawat tempur dan kemudian semua rudal Scud itu dapat dihancurkan. Jendral Schwarzkopf  menyampaikan pesan pribadi kepada pasukan khusus ini,”You guys kept Israel out of the war.”Israel berhasil dicegah untuk melakukan pembalasannya yang mengerikan itu.

   Demikianlah peranan pasukan khusus itu.Mereka ikut menentukan arahnya perang Teluk.Tapi terdapat suatu hal yang ironis.

“Tidak ada sambutan.Tidak ada parade.Dan tidak ada kemeriahan”.

Ketika pasukan Amerika telah kembali ke negaranya, mereka mengadakan parade besar-besaran dan mendapat sambutan yang luar biasa meriah dari masyarakat.Tapi tidak demikian untuk pasukan khusus.Mereka tidak mengalami seremoni.Tidak ada sambutan.Tidak ada parade.Dan tidak ada kemeriahan.

Di markas pasukan khusus Amerika,di Fort Bragg,terdapat sebuah kapel di John F. Kennedy Memorial.Disana sedang dilakukan quiet service untuk anggota pasukan khusus.Undangan untuk  kesana hanya dilakukan dari mulut ke mulut.Diantara yang hadir adalah anggota keluarga dari tiga pasukan Delta Force yang tewas karena kecelakaan helikopter setelah memburu rudal Scud.

“…mereka bekerja secara rahasia,dan kematiannya pun tetap dalam rahasia”.

Nama-nama dari tiap anggota pasukan khusus kemudian dipanggil oleh komandannya.Mereka akan menjawab,”here” bila namanya disebut.Ketika giliran nama tiga anggota Delta Force itu dipanggil, yang ada hanyalah kesunyian.Anggota keluarganya hanya dapat memandang tiga pasang sepatu dengan topi baret hijau di altar kapel.

Sangat sunyi…

Ya,sewaktu mereka hidup, mereka bekerja secara rahasia,dan kematiannya pun tetap dalam rahasia.

Sumber : Newsweek.com (edisi 16 Juni 1991)

Sumber foto : americanspecialops.com

BAGIAN 3.BAGAIMANA IA MENGETAHUINYA ?

Seorang sejarawan Inggris,James Spedding,mengatakan, kalau setiap sejarawan, bila sedang menghadapi pernyataan, harus bertanya lebih dulu kepada dirinya :

Who first said so,and what opportunities had he of knowing it ?

(Siapa yang mulai bicara,dan dalam kesempatan apa ia bisa mengetahuinya ? )

 Hugh menerapkan perkataan ini pada pernyataan Doenitz yang sudah disebut pada tulisan bagian dua lalu.Doenitz mengatakan bahwa Hitler telah mati pada tanggal 1 Mei.Namun dalam telegram yang dikirim oleh Goebbles kepada Doenitz ditulis bahwa Hitler telah mati pada tanggal 30 April,pada pukul 15.30.Sedangkan Doenitz diketahui telah meninggalkan Berlin pada tanggal 21 April dan sejak itu ia tidak pernah melihat Hitler lagi.Siaran radionya mengenai kematian Hitler rupanya dilakukan dari Ploen yang berjarak 150 mil dari insiden.

Bagaimana ia tahu ? Dan dalam kesempatan apa ia bisa mengetahuinya ?

Pertanyaan ini mudah dijawab bagi Hugh Trevor.Ketika ada beberapa pejabat Nazi ditahan, terdapat banyak surat penting atau paper yang disita.Pejabat-pejabat Nazi yang ditahan kali ini adalah dari mereka yang disebut “Flensburg government”.Dan diantara surat-surat ini terdapat urutan telegram dari Goebbels seperti yang dikatakan diatas.

Doenitz sepertinya tidak memiliki bukti mengenai kematian Hitler.Pernyataannya mengenai Hitler yang tewas di depan pasukannya,menurut Hugh adalah murni karangan belaka.

Dan akhirnya, dari semua testimoni yang diperoleh Hugh, mulai dari Doenitz,Spaeth,Carmen Mory,dan beberapa yang lain, ia menganggapnya tidak bernilai.

Satu-satunya bukti kematian Hitler adalah telegram yang ditandatangani oleh Goebbels.Namun ia sudah tidak dapat diperiksa lagi karena ia sudah tewas.Jasadnya telah ditemukan oleh orang-orang Rusia.Ini berbeda dengan Hitler yang mayatnya tidak pernah ditemukan.

 Pada tanggal 9 Juni 1945,seorang jenderal Rusia, Marshal Zhukov, mengumumkan kepada pers bahwa sebelum Hitler tewas atau menghilang,ia telah menikah dengan Eva Braun.Berita ini memang mengejutkan mengingat nama Eva Braun hampir tidak pernah didengar oleh rakyat Jerman.Zhukov mengungkapkan ini berdasarkan buku harian milik seorang ajudan yang ditemukannya di bungker.Bagi Hugh berita ini jelas merupakan petunjuk yang sangat penting dan dapat diandalkan.Ia segera memutuskan untuk mendapatkan akses mengenai informasi ini melalui orang Rusia.Tapi sebelum melakukan itu, ia tetap mencoba mencari lebih dahulu informasi yang berkenaan di zona yang diduduki oleh Inggris dan Amerika.

****

PERIODE GELAP

 Dalam penyelidikan lebih lanjut,Hugh mendapatkan informasi mengenai adanya konferensi staf  yang diadakan oleh Hitler pada tanggal 22 April.Dalam konferensi yang terkenal itu Hitler memerintahkan para stafnya untuk segera meninggalkan Berlin,tapi ia sendiri tetap berada disana.Menurut Hugh periode dari tanggal 22 April hingga  tanggal 2 Mei, saat pasukan Rusia menduduki Chancellery, adalah periode yang gelap (dark period).Hugh berpendapat kalau di periode yang gelap itu,walaupun belum ada kepastian,tetap terdapat saksi-saksi mata yang melihat Hitler disana.

Pertanyaannya adalah,siapa saja mereka itu ? Inilah tugas Hugh Trevor untuk mencarinya.

Ini memang tugas yang sulit.Untuk mencari orang-orang ini,Hugh merasa perlu untuk menginvestigasi para tawanan dari seluruh kalangan,mulai dari jendral,politisi,ajudan,sekretaris,pengawal,hingga juru ketik.Mereka ada yang ditahan di Flensburg atau di Berchtesgaden.Ada juga yang ditahan di kamp di Ludwigsburg dan Garmisch-Partenkirchen.Tokoh Nazi terkenal seperti Albert Speer juga ada di antara penjara-penjara ini.Dari hasil interogasi dengan mereka,Hugh dapat menyusun daftar dari orang-orang,baik pria maupun wanita,yang tetap berada di Berlin setelah ada eksodus pada tanggal 22 April.Mereka ini,kalau memang bisa ditemukan, adalah saksi mata dari periode gelap itu.

Bagaimana menemukan mereka ? Sekali lagi ini merupakan tugas yang sulit.

Para saksi mata ini telah dianggap sebagai orang yang “hilang” (missing).Bagi Hugh,seseorang jelas tidak dapat menghilang apalagi menguap,sekalipun mengalami bencana yang amat dahsyat.Mereka hanya dapat berada dalam dua kondisi : hidup atau mati, dan tidak ada kemungkinan ketiga.Kata “hilang” memang lebih bermaksud tentang keberadaannya dan bukan kepada orangnya itu sendiri.

Nah,persoalannya,kalau mereka sudah mati, kesaksiannya tentu sudah tidak dapat diperoleh lagi.Tapi jika  masih hidup,ini bisa terjadi dua kemungkinan : mereka dipenjara atau telah hidup bebas.Kalau dipenjara,mereka bisa ditemukan di kamp-kamp tahanan atau setidaknya di area yang dikuasai oleh Kekuatan Barat (Western Powers).Dan kalau mereka sudah bebas,maka harus diusahakan untuk mencarinya dimana pun.Biasanya, kemungkinan untuk menemukan mereka adalah di daerah tempat tinggalnya.Tapi ini bukan berarti tanpa persoalan.Sebab untuk kembali ke rumahnya mereka harus menghadapi dua macam suasana,apakah diterima oleh penduduk setempat,khususnya dari pihak teman-temannya atau dimusuhi oleh penduduk lokal yang tidak menyukainya.Dan memang suka terjadi kalau ada penduduk setempat yang melaporkan keberadaan orang-orang bekas Nazi ini ke pihak yang berwenang,khususnya Sekutu (allied).

 Hugh selanjutnya mulai mengumpulkan nama dan tempat tinggal dari para saksi mata yang mungkin.Ia melakukannya dengan sangat berhati-hati.Kalau nama saksi mata ini tidak terdaftar di kamp penjara Sekutu,itu berarti Hugh harus mengunjungi tempat tinggal mereka. Hugh juga mengumpulkan material lain yang sekiranya relevan seperti buku harian dari Jendral Koller dan dari Count Schwerin von Krosigk.

 

 Dengan metode ini Hugh akhirnya dapat memperoleh nama tujuh orang saksi  yang berada pada masa yang disebutnya periode gelap itu.Mereka berasal dari kelompok yang berbeda dan independen,dan juga sudah diinterogasi.

 Dan akhirnya,pada tanggal 1 November 1945,Hugh Trevor memberikan seluruh laporannya kepada intelijen Inggris di Jerman.

****

Pada bagian keempat Hugh kembali mendapat saksi penting, dan kali ini amat menentukan.Bagian keempat merupakan bagian terakhir dari kisah investigasi  Hugh.

INTRODUKSI

BAGAIKAN SEORANG DETEKTIF…

Selamat datang kepada pembaca,seperti yang sudah dijelaskan pada bagian Home,tema utama dari situs ini adalah tentang misteri kematian Hitler pada saat-saat terakhir perang di Eropa.Situs ini meringkaskan karya dari sejarawan Hugh Trevor Roper yang berjudul The Last Days of Hitler .Kita akan membaginya menjadi 8 bagian dimana setiap minggu akan selalu ada tulisan baru.Kelebihan dari buku ini dan yang juga amat menarik adalah usaha Hugh Trevor yang bagaikan seorang detektif sekalipun ia adalah seorang sejarawan (historian).Tentu saja ini juga didukung oleh pengalaman Hugh yang pernah bekerja sebelumnya pada dinas intelijen.Dengan intensifnya Hugh akhirnya memberikan kesimpulan bahwa itu Hitler itu mati di Berlin.Ia tidak kabur kemana-mana.Jadi tidak seperti versi yang banyak beredar yang mengatakan kalau Hitler itu telah kabur ke suatu tempat.Ini memang sesuai dengan filosofi Nazi.Hugh menggambarkan pemerintahan Nazi seperti bagaikan suatu Pengadilan (court).Hitler sendiri pun rupanya mendapat banyak pertentangan dari bawahannya dan juga banyak ditinggalkan oleh rekan-rekannya.Faktor-faktor seperti inilah yang juga ikut membuat Hitler memutuskan untuk bunuh diri.Bahasa yang dipakai Hugh memang sangat berat,sesuai kapasitasnya sebagai seorang intelektual.Situs ini tetap mencoba untuk setia pada apa yang ditulis Hugh.Memang setiap sejarawan tidaklah harus mutlak benar.Tapi kalau dengan penjelasan yang logikal dan apalagi kalau disertai bukti historis yang kuat pendapat mereka bisa dibenarkan.Ini berbeda dengan pandangan filosofi postmodernisme yang mengatakan tidak ada sesuatu yang benar,semua hanya tergantung subyek. Sewaktu Hugh sudah menyampaikan laporan investigasinya ke dinas intelijen Inggris,pada November 1945,saat itu ditemukan kumpulan dokumen penting yang berisikan tentang testimoni politik Hitler dan surat nikah Hitler dengan Eva Braun.Ini menguatkan kesimpulan laporan dari Hugh bahwa Hitler tetap berada di Berlin dan mati disana.Demikianlah introduksi ini.

 

Biografi singkat :

Hugh Redwald Trevor-Roper,lahir di Glanton,Inggris,pada tanggal 15 Januari 1914.Ia adalah sejarawan lulusan Oxford pada tahun 1936.Dan pada tahun 1939 ia memperoleh gelar M.A. sebagai research fellow pada Merton College.Pada waktu Perang Dunia Kedua ia bekerja sebagai perwira intelijen.Buku-buku awalnya berkisar tentang keuskupan dan kerajaan Inggris.Dan buku yang paling membuatnya terkenal adalah The Last Days of Hitler,yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1947.Selain mengajar Hugh juga banyak menulis artikel.Ia meninggal dunia pada tanggal 26 Januari 2003 di Oxfordshire.

BAGIAN 2. KESAKSIAN YANG BERDASARKAN SUMPAH

 

Setelah mengumpulkan semua  informasi yang perlu,Hugh mulai mencari petunjuk.Petunjuk yang pertama adalah dari pernyataan Admiral Doenitz.Doenitz menyatakan bahwa Hitler telah tewas pada tanggal 1 Mei 1945.Hitler katanya tewas di depan pasukannya pada sore hari.Doenitz menyatakan itu melalui siaran radio.Berita kematian Hitler itu juga dimuat pada harian The Times.Bahkan ada seorang tokoh penting yang menyatakan belasungkawa.Di masa itu,pernyataan Doenitz dapat diterima sebagai kebenaran,walaupun kelihatannya ada tujuan tertentu.

 Di sisi lain Hugh juga mendapat informasi yang mengatakan kalau Hitler itu masih hidup dan tinggal di Bavaria.Hugh mendapat informasi ini dari seorang jurnalis wanita asal Swiss yang bernama Carmen Mory.Mory bersumpah bahwa apa yang dikatakannya itu benar.Ia juga mengatakan kalau Hitler itu tinggal bersama Eva Braun beserta keluarga dari pihak Eva.Memang kelihatannya cukup meyakinkan apalagi Mory pernah berada di kamp konsentrasi sebagai mata-mata Gestapo dan ia sendiri juga menawarkan diri untuk ikut berinvestigasi.Tapi ketika ia diminta untuk ikut bergabung dengan pihak Inggris ia keberatan karena ada persyaratan yang menurutnya tidak sesuai.Hugh akhirnya menjadi ragu pada Carmen Mory ini.

 Dalam investigasi lebih lanjut,Hugh lalu menyelidiki pernyataan dari Dr Karl Heinz Spaeth,yang juga berani bersumpah bahwa Hitler itu telah mati.Ia pernah merawat Hitler ketika terkena tembakan dari meriam Rusia.Saat itu Hitler berada di Zoo Bungker dan kejadiannya terjadi pada tanggal 1 Mei 1945.Yang menarik adalah bahwa Spaeth ikut mendukung pernyataan Doenitz diatas.

Tapi setelah Hugh melakukan penelitian yang lebih dalam ia merasakan adanya keganjilan pada  kisah Mory dan Dr Spaeth.Mereka kelihatannya memiliki motivasi tersembunyi walaupun berani bersumpah.

Memang menarik kalau melihat mengapa orang-orang ini berani bersumpah.

Motivasi manusia,menurut Hugh,memang sulit untuk ditafsirkan,tapi toh adakalanya ia dapat ditebak.

 Dan memang akhirnya terungkap bahwa Carmen Mory rupanya mengarang-ngarang cerita dengan motivasi agar ia,barangkali,bisa mendapat bantuan dari Inggris ketika ia akan diadili oleh Sekutu.Mory diadili karena ia adalah mata-mata Gestapo di kamp konsentrasi Jerman.Dialah yang membantu menyeleksi para tahanan untuk dibunuh atau dijadikan eksperimen.Dan ketika pasukan Sekutu sudah menguasai kamp ia ditangkap.Motivasi Mory menurut Hugh adalah kesalahan besar.

 Sedangkan dari Dr Spaeth ia terungkap karena memiliki motivasi untuk dianggap  sebagai pahlawan.Itu sebabnya ketika ia mendengar pernyataan Doenitz ia ikut “membumbui” pernyataan itu dengan mengatakan bahwa ia ada di dekat Hitler ketika pertempuran terjadi.Ini menurut Hugh tak lebih dari kesombongan belaka.Ia mengibaratkan seperti seseorang yang sedang meyakinkan raja George IV bahwa dirinya ikut memimpin pasukan kavaleri di pertempuran Waterloo.

Dengan demikian kisah Carmen Mory dan Spaeth adalah murni fantasi saja.

Ada satu pelajaran yang bisa didapat dari sini.Testimoni atau pengakuan dibawah sumpah saja rupanya tidak dapat dianggap sebagai bukti yang kuat.

Siapapun yang sedang melakukan penyelidikan,kata Hugh, harus mempertimbangkan ini :

The worthlessness of mere human testimony

(ketidakbernilaian dari sekadar testimoni seseorang belaka)

 

Ada banyak peristiwa sejarah yang ditulis hanya berdasarkan testimoni.Biasanya itu terjadi pada peristiwa yang sudah lama berlalu.Tapi disini Hugh merasa  beruntung karena para saksi seperti Doenitz,Spaeth,dan Carmen Mory, masih hidup dalam zaman yang sama.Ini membuat mudah untuk mengeceknya.

 ****

 Pada bagian ketiga Hugh mulai mendapatkan saksi-saksi yang kredibel dan kali ini ia mendapat petunjuk yang penting dari Rusia.